Monday, 20 Sep 2021

Banjir di Kalimantan Tengah Terus Menyebar, 16.000 Rumah Terendam

news24xx


Foto : TempoFoto : Tempo
www.jualbuy.com

NEWS24.CO.ID - Banjir akibat luapan Sungai Samba dan Katingan menyusul curah hujan yang tinggi telah menggenangi 13 kecamatan di Katingan, Kalimantan Tengah, hingga Kamis, 2 September.

Pertengahan Agustus lalu, Kabupaten Katingan Tengah yang merupakan dataran rendah dan muara Sungai Samba dan Sungai Katingan terendam banjir.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBPK) Kalimantan Tengah, 67 desa dan 16.130 jiwa atau 13.013 KK terdampak hingga Kamis. Kecamatan yang paling parah terkena bencana adalah Pulau Malan, Tewang Sengalang Garing, Katingan Hilir, dan Tasik Payawan.


Read More : Pakar Meramalkan Situasi Covid-19 Menjelang Lanjutan PPKM

"Kabupaten Katingan berstatus darurat sejak 24 Agustus hingga 23 September," kata Pj Kepala BPBPK Kalteng Erlin Hardi, Jumat, 3 September 2021.

Menurut Erlin, pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan pemerintah di desa dan kelurahan, serta pendataan untuk pendistribusian air bersih. “[Kami] juga mendirikan dapur umum untuk membantu orang-orang yang terkena dampak banjir,” tambahnya.



Read More : Jenazah Narapidana Kebakaran Penjara Tangerang Asal Portugis Diserahkan ke Kedutaan

Banjir juga meluluhlantahkan jalan trans Kalimantan di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Jalan sepanjang 10 meter itu terendam banjir sedalam 20-30 sentimeter dan berpotensi lumpuh total jika intensitas hujan terus berlanjut.

“Kalau hujan terus, dipastikan debit air akan bertambah dan membahayakan pengguna jalan,” kata Sumedi, warga Palangka Raya , Kamis.





Loading...