Wednesday, 28 Jul 2021

Polisi Selidiki Dugaan Kartel Dalam Layanan Kremasi Covid-19

news24xx


Foto : TempoFoto : Tempo

NEWS24.CO.ID - Kepala Satuan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Agus Andrianto pada Rabu mengatakan, pihak berwenang sedang menyelidiki informasi terkait dugaan kartel kremasi jenazah pasien Covid-19.

Agus mengimbau masyarakat segera melapor jika menemukan oknum yang mencoba memanfaatkan industri kremasi di tengah pandemi. “Tolong, mari kita bersama-sama bergandengan tangan untuk membantu mengurangi beban masyarakat yang dilakukan oleh pengkhianat yang mencari keuntungan dari pandemi ini,” kata komisaris polisi.


Read More : Komnas HAM Kutuk Prajurit yang Menginjak Kepala Orang Papua

Laporan tentang kelompok yang diduga memungut harga tinggi untuk kremasi tubuh Covid-19 disuarakan oleh orang-orang di media sosial dan tokoh masyarakat seperti pengacara terkenal Hotman Paris Hutapea.

Pengacara mengatakan dalam posting Instagram-nya “Ada yang melaporkan ini kepada saya, mengatakan bahwa kremasi dikenakan biaya Rp 45 juta yang lumayan, dan Rp 25 juta untuk peti mati, Rp 7,5 juta untuk transportasi, dan Rp 2,5 juta untuk biaya lainnya,” Hotman Paris mengatakan dalam unggahan videonya di platform media sosial pada 21 Juli.



Read More : Indonesia Akan Buka Rumah Oksigen Gotong Royong Bulan Agustus 2021

“Artinya, kerabat korban Covid-19 harus membayar Rp80 juta untuk kremasi. Bisakah kamu tetap tersenyum menerima uang di atas kesengsaraan orang lain.”

Pengacara kemudian mendesak Polri untuk mengusut dugaan pemerasan oleh penyedia jasa kremasi tertentu.





Loading...