Wednesday, 28 Jul 2021

Menyalakan Pemulihan Pariwisata Dengan Desa Wisata

news24xx


Foto : JakartaGlobeFoto : JakartaGlobe

NEWS24.CO.ID - Indonesia terus menggali potensi desa wisata untuk menyulut pariwisata dan pemulihan ekonomi nasional.

Terletak di daerah pedesaan, desa-desa wisata membawa pengunjungnya jauh dari kota-kota yang ramai dan menawarkan panorama alam yang menakjubkan. Wisatawan dapat menjelajahi budaya baru dan menikmati masakan lokal.

“Di tengah berkembangnya destinasi superprioritas secara besar-besaran, ada pengembangan [pariwisata] skala mikro, yaitu desa-desa wisata yang telah membuktikan diri sebagai pemenang pandemi,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno kepada Investor Daily Summit 2021 —forum investasi terbesar di negara itu—pada hari Kamis.

“Dengan remote-working, desa wisata bisa menjadi pilihan,” ujarnya.


Read More : Cadangan Devisa Indonesia Tumbuh Menjadi USD137,1 Triliun di Bulan Juni

Indonesia saat ini memiliki lebih dari 1.500 desa wisata — semuanya termasuk dalam kategori berbeda tergantung pada kesiapan pariwisata mereka, menurut Sandiaga.

Kategorinya adalah sebagai berikut: startup, berkembang, maju, dan mandiri. Desa wisata rintisan merujuk pada mereka yang belum sepenuhnya membuka potensi wisatanya. Di ujung skala yang lain adalah desa-desa yang mandiri dan siap untuk turis.

“Saya menganggap tujuan wisata mandiri sebagai 'unicorn'. Dari 1.500 desa itu, kami menargetkan 244 'unicorn' tahun ini. Apa yang kami kejar di sini adalah pendekatan yang dipersonalisasi, disesuaikan, dilokalkan, dan berukuran lebih kecil, ”katanya.

Data terbaru direktori desa wisata Jadesta menunjukkan, pada saat penulisan, Indonesia adalah rumah bagi 1.624 desa wisata dan jumlahnya terus bertambah. Dari angka itu, baru tiga desa wisata yang tersertifikasi swasembada.

Data Jadesta mengungkapkan 1.553 desa mengikuti Anugerah Desa Wisata Indonesia, kompetisi yang diadakan Kementerian Pariwisata untuk menentukan desa mana yang paling siap dikunjungi wisatawan. Kategori tersebut termasuk kepatuhan terhadap protokol kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan (CHSE), dalam upaya untuk mendapatkan kembali kepercayaan wisatawan di tengah pandemi Covid-19.

Kementerian Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi menggelontorkan dana desa ke 75.961 desa di seluruh nusantara untuk pembangunan pedesaan. Dana desa yang dialokasikan untuk tahun ini mencapai Rp 72 triliun (sekitar USD 4,9 miliar).

Dengan harapan dapat menghasilkan lebih banyak desa wisata, Kementerian Pariwisata akan fokus pada tiga aspek utama, yaitu pelatihan, pendampingan, dan kewirausahaan.



Read More : Citilink Perkenalkan Royal Green: Kelas Ekonomi Dengan Fasilitas Penerbangan Eksklusif

“Kami menyadari bahwa anggaran kami saat ini menghadapi tantangan. Oleh karena itu dalam 'Anugerah Desa Wisata Indonesia', kami akan melatih badan usaha milik desa untuk lebih mengelola dana desa yang ada untuk memacu pertumbuhan ekonomi, serta lapangan kerja dan keterampilan baru,” kata Sandiaga.

Kementerian Pariwisata juga akan membantu BUMDes untuk menciptakan produk ekonomi kreatif baru dan daya tarik wisata.

“Pada kewirausahaan, menghasilkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) baru di desa-desa wisata ini juga akan membantu membuka mesin pertumbuhan ekonomi baru di wilayah tersebut,” kata Sandiaga.





Loading...