Wednesday, 28 Jul 2021

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Digital, Ini yang Diharapkan Pemerintah Dari UMKM

news24xx


Foto : VOIFoto : VOI

NEWS24.CO.ID - Kementerian Komunikasi dan Informatika mengupayakan agar ekonomi digital, khususnya usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) terus tumbuh. Ekonomi digital dipandang sebagai penopang di masa pandemi virus corona, apalagi di masa pandemi, sektor informasi dan komunikasi tumbuh dua digit.

UMKM menyumbang 61,07 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional senilai Rp8.573,89 triliun. Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan Produk Domestik Bruto di sektor informasi dan komunikasi tahun lalu selalu positif.

Pada triwulan I-2020, sektor informasi dan komunikasi tumbuh 9,82 persen, kemudian tumbuh lagi menjadi 10,85 persen pada triwulan II. Sektor tersebut sedikit menurun pada triwulan II, namun pertumbuhannya tetap positif menjadi 10,72 persen dan kembali meningkat pada triwulan IV menjadi 10,91 persen.


Read More : Cadangan Devisa Indonesia Tumbuh Menjadi USD137,1 Triliun di Bulan Juni

Pertumbuhan sektor informasi dan komunikasi sepanjang 2020 tercatat 10,58 persen, naik dari 9,42 persen pada 2019 secara c-to-c.

Penguatan ekonomi digital oleh Kominfo diwujudkan melalui pengembangan infrastruktur telekomunikasi dan mendorong UMKM untuk memasuki platform digital. Kedua program tersebut dinilai berdampak langsung terhadap ekonomi digital di Indonesia.

Sejak pandemi tahun lalu, Kementerian Komunikasi dan Informatika telah mendorong para pelaku UMKM untuk bergabung dengan ekosistem digital untuk membantu kelangsungan bisnis mereka.

Data terakhir Kominfo menunjukkan hanya 18 persen UMKM yang masuk ke platform digital dari total populasi UMKM di Indonesia sebanyak 64,2 juta unit. Pemerintah menargetkan 30 juta UMKM atau sekitar 50 persen dari populasi akan bergabung dengan ekosistem digital pada 2024.

Program digitalisasi UMKM ini diwujudkan melalui Gerakan Nasional Bangga Buat Indonesia yang dicanangkan tahun lalu. “Agar UMKM dan ultra mikro mampu melewati masa COVID-19 ini,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate, di sela-sela acara Puncak Bangga Made in Indonesia di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Jumat , 18 Juni, seperti dilansir Antara.

Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia bukan sekedar jargon untuk mengajak masyarakat menggunakan produk lokal. Menjelang Idul Fitri Mei lalu, Kominfo bersama Kementerian Perdagangan dan Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA) menggelar Proudly Made in Indonesia Day, berupa festival belanja produk lokal di 72 platform perdagangan elektronik.

Dukungan kewirausahaan digital juga diberikan dalam bentuk pelatihan Kewirausahaan Digital yang merupakan bagian dari program Digital Talent Scholarship.

April lalu, Kominfo mengadakan pelatihan khusus untuk perempuan dalam Kewirausahaan Digital, bagian dari rencana untuk menciptakan 22.000 pengusaha digital.



Read More : Citilink Perkenalkan Royal Green: Kelas Ekonomi Dengan Fasilitas Penerbangan Eksklusif

Pelatihan dan Pendampingan
Pemerintah juga mengintensifkan stimulus pelatihan yang sudah ada sejak tahun 2017, Scaling-up UKM/UMi, Petani dan Nelayan Digital, berupa pembinaan dan pendampingan bagi pelaku usaha di sektor tersebut.

Program lainnya adalah pelatihan bahasa Inggris dan digital marketing bagi UMKM/Ultra Mikro dan penggiat desa wisata di destinasi wisata superprioritas.

Program pelatihan dan pendampingan bagi UMKM menjadi penting ketika melihat indeks kesiapan digital UMKM yang hanya berada di angka 3,6 dari skala 5, menurut survei Katadata Insight Center pada pertengahan 2020.

Mewujudkan UMKM Indonesia yang terkoneksi dengan platform digital akan lebih efektif jika dilakukan dengan pelaku industri digital. Beberapa waktu lalu, Kementerian Kominfo menggelar Forum Ekonomi Digital Kominfo yang diharapkan dapat menjadi forum komunikasi resmi pemerintah dengan para pelaku industri digital.

Infrastruktur telekomunikasi
Faktor yang tidak kalah penting dalam digitalisasi UMKM terletak pada koneksi internet dan ketersediaan infrastruktur.

Sambil terus mendorong pelaku UMKM untuk masuk ke platform digital, Kominfo terus memperluas pengembangan infrastruktur telekomunikasi agar jaringan seluler lebih merata. Kementerian berusaha menyelesaikan pembangunan infrastruktur telekomunikasi pada tahun 2022, satu dekade lebih awal dari rencana semula.

Seluruh desa dan kelurahan di Indonesia yang berjumlah 83.218 diharapkan sudah dapat terkoneksi dengan sinyal 4G pada akhir tahun 2022.

Dari total 80 ribu desa, masih ada 12.548 desa dan kelurahan yang belum terjangkau jaringan telekomunikasi seluler.

Kominfo melalui Badan Layanan Umum (BLLU) Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) bersama operator seluler membangun menara base transceiver station (BTS) di blankspot tersebut agar layanan seluler dapat menjangkau mereka.

Dari 12.548 desa dan kelurahan tersebut, terdapat daerah tertinggal, terdepan dan terluar atau 3T yang menjadi wilayah kerja BLU BAKTI. Ada 9.113 titik area 3T yang belum terjangkau layanan seluler.

Titik lainnya sebanyak 3.435 akan digarap oleh operator seluler karena merupakan kawasan komersial.

BAKTI berencana membangun BTS sebanyak 4.200 titik pada tahun ini, sedangkan 3.704 pada 2022. Hingga 2020, BAKTI Kominfo telah membangun 1.209 menara BTS. Pembangunan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia tidak hanya dipusatkan pada menara BTS, tahun depan Kementerian akan mengoptimalkan jaringan backbone Palapa Ring dengan program integrasi.

Program integrasi Palapa Ring didominasi kabel darat sepanjang 8.203 kilometer, sedangkan kabel laut sepanjang 3.880 kilometer. Kominfo, memasuki tahun 2022, berencana menambah kapasitas satelitnya sebesar 7GBps, sehingga total menjadi 37GBps. Pada 2024, kapasitas satelit ditargetkan mencapai 117GBps.

Per Juni, satelit Indonesia memiliki kapasitas 21GBps dan akan ditingkatkan menjadi 30GBps pada akhir tahun ini.

Pemerintah juga sedang membangun satelit multifungsi SATRIA-1, yang dijadwalkan mengorbit pada 2023.





Loading...