Wednesday, 28 Jul 2021

Terungkap, Nilai Tunda Pembayarannya Global Sukuk Garuda Indonesia Mencapai Rp 7,1 Triliun

news24xx


Foto : VOIFoto : VOI

NEWS24.CO.ID - Manajemen PT Garuda Indonesia Tbk. menegaskan bahwa keterlambatan pembayaran kupon sukuk global merupakan konsekuensi dari penerbitan obligasi senilai 500 juta dolar AS atau setara dengan Rp. 7,1 triliun (kurs Rp 14.398).

“Perusahaan hari ini mengumumkan dengan berat hati akan terus menunda pembayaran jumlah distribusi berkala yang jatuh tempo pada 3 Juni berdasarkan USD 500.000.000 Garuda Indonesia Global Sukuk Limited Trust Certificate Maturity 2023,” tulis Garuda dalam keterbukaan informasi kepada Garuda Indonesia. Bursa Efek. Indonesia (BEI) seperti dikutip Jumat, 18 Juni.


Read More : Mengerikan, Insiden Tanah Longsor dan Banjir Melanda Kamp-kamp Rohingya di Bangladesh

Namun, maskapai milik negara itu berharap dapat terus memberikan perjalanan udara yang aman, andal, dan berkualitas bagi Indonesia dan pengguna jasa perjalanan umum.

“Garuda Indonesia bekerja keras untuk mendukung kegiatan operasional maskapai yang sedang berlangsung dan mengelola keuangannya dengan hati-hati, mengingat perusahaan terus memastikan kelancaran perjalanan udara di tengah kondisi yang tidak menguntungkan,” lanjut emiten berkode GIAA tersebut.

Sementara itu, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dalam keterangan resminya pada Kamis malam, 17 Juni mengatakan faktor pandemi menjadi sumber tekanan terhadap kinerja perusahaan.



Read More : Seorang Warga Palestina Dipukuli Sampai Mati di Dalam Tahanan Israel

"Keputusan kami untuk menunda pembayaran kupon sukuk global merupakan langkah berat yang tidak bisa dihindari dan harus diambil di tengah fokus pada peningkatan kinerja bisnis," katanya.

Sebagai informasi, Garuda Indonesia merupakan flag carrier nasional yang mayoritas sahamnya dikuasai oleh pemerintah dengan porsi 60,54 persen. Kemudian disusul PT Trans Airways dengan 28,27 persen, dan masyarakat umum dengan kepemilikan di bawah 5 persen dengan 11,19 persen.





Loading...