Wednesday, 28 Jul 2021

Siap Untuk Konfrontasi Dengan Amerika Serikat, Kim Jong-un: Lindungi Martabat Negara

news24xx


Foto : VOIFoto : VOI

NEWS24.CO.ID - Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menekankan bahwa negaranya siap menghadapi segala kemungkinan terkait Amerika Serikat (AS), termasuk konfrontasi, ketika dimintai komentar mengenai pemerintahan Presiden Joe Biden.

Pernyataan itu dikeluarkan dalam rapat pleno Komite Sentral Partai Buruh, Kamis 17 Juni kemarin. Media Korea Utara KCNA mengatakan Kim telah membuat analisis rinci tentang kebijakan pemerintah AS di bawah Presiden Joe Biden terhadap Pyongyang. Dan, telah menyusun strategi dan taktis penanggulangan yang tepat.


Read More : Mengerikan, Insiden Tanah Longsor dan Banjir Melanda Kamp-kamp Rohingya di Bangladesh

"Sekretaris Jenderal menekankan perlunya bersiap-siap untuk dialog dan konfrontasi, terutama untuk sepenuhnya siap menghadapi konfrontasi, untuk melindungi martabat negara kita dan kepentingannya untuk pembangunan independen", kata KCNA.

Pada kesempatan itu, Kim Jong-un juga menekankan perlunya menciptakan iklim eksternal yang menguntungkan bagi inisiatif Korea Utara. KCNA mengatakan langkah ini dapat menjamin lingkungan yang damai dan aman bagi Korea Utara.

Pakar urusan nuklir di Massachusetts Institute of Technology, AS Vipin Narang mengatakan komentar Kim melanjutkan kebijakan 'tunggu dan lihat' sambil menahan diri untuk tidak memprovokasi Administrasi Joe Biden.

"Ini menunjukkan Pyongyang berpikir 'bola' ada di tangan Amerika Serikat saat ini sambil menunggu untuk melihat bagaimana pemerintahan Presiden Biden berjalan", katanya.

"Mengingat laporan tentang makanan Korea Utara dan situasi COVID-19, orang menduga bahwa Kim Jong-un juga ingin menghindari konfrontasi jangka pendek".



Read More : Seorang Warga Palestina Dipukuli Sampai Mati di Dalam Tahanan Israel

Para diplomat dan analis mengatakan Korea Utara mengalami kekurangan pangan yang meluas setelah topan yang menghancurkan tanaman tahun lalu. Sementara itu, ada kekhawatiran bahwa COVID-19 dapat terjadi di negara itu meskipun tidak ada pengakuan resmi dari rezim Kim. Penutupan perbatasan memukul ekonomi yang sudah terpukul keras oleh sanksi internasional.

Sebelumnya, Kim Jong-un pada Rabu mengatakan ekonomi Korea Utara secara keseluruhan membaik pada paruh pertama tahun ini. Total output industri dalam negeri tumbuh 25 persen dibandingkan tahun lalu. Meski, pada saat yang sama ia menyerukan langkah-langkah untuk mengantisipasi krisis pangan.





Loading...