Wednesday, 28 Jul 2021

Garuda Indonesia Belum Tutup Rute Internasional Meski Ada Masalah Keuangan

news24xx


Foto : TempoFoto : Tempo

NEWS24.CO.ID - Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra memastikan pihaknya belum akan menutup rute internasional meski perseroan menghadapi kendala likuiditas. Upaya efisiensi yang dilakukan terbatas pada pengurangan frekuensi penerbangan untuk rute-rute tertentu.

"[Kami] hanya mengurangi frekuensi penerbangan," kata Irfan kepada Tempo, Selasa, 15 Juni 2021.

Irfan belum memutuskan rute mana yang akan terkena dampak karena manajemen masih melakukan kajian. "Masih dikaji," tambahnya.


Read More : Cadangan Devisa Indonesia Tumbuh Menjadi USD137,1 Triliun di Bulan Juni

Maskapai berbendera nasional itu pernah menutup rute internasional pada Januari 2020. Manajemen menonaktifkan penerbangan ke London dan Nagoya saat itu. Penutupan rute tersebut berdasarkan evaluasi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.

“Pak Erick sudah membicarakan itu sejak pertama kali dia meminta saya [menjadi Direktur Utama Garuda]. Saya berjanji padanya saat itu bahwa saya akan meninjau [rute luar negeri]. Saya sudah melakukan review sejak minggu pertama [kantor saya],” imbuh Irfan.

Menurut dia, Erick meminta maskapai untuk fokus melayani penerbangan domestik. Berdasarkan laporan Kementerian BUMN, Garuda memiliki 78 persen penumpang domestik dan 22 persen penumpang asing pada 2019 atau sebelum pandemi Covid-19.



Read More : Citilink Perkenalkan Royal Green: Kelas Ekonomi Dengan Fasilitas Penerbangan Eksklusif

Selain itu, Irfan mengatakan maskapai tidak bisa tiba-tiba menutup penerbangan ke luar negeri karena ada warga yang perlu dilayani. “Orang-orang membutuhkan pesawat untuk bepergian. Ini penting bagi kami sebagai maskapai penerbangan nasional dan merupakan amanat kami untuk memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan,” kata Irfan dalam wawancara dengan Tempo pada 4 Juni.

Garuda Indonesia kini mengoperasikan 53 dari total 142 pesawatnya. Dalam keterangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia, manajemen maskapai mengatakan pengoperasian pesawat selama pandemi disesuaikan dengan pasar dan permintaan layanan penerbangan.





Loading...