Wednesday, 28 Jul 2021

Tersangka Skema Penyelundupan Emas Batangan Besar-besaran

news24xx


Foto : TempoFoto : Tempo

NEWS24.CO.ID - Anggota Komisi Hukum DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Arteria Dahlan, dalam rapat kerja, Senin, mendesak Kejaksaan Agung mengusut dugaan penyelundupan emas batangan dari Singapura ke Indonesia melalui Soekarno. -Bandara Hatta.

Mengutip Majalah Tempo, dia berargumen bahwa perdagangan emas ilegal melibatkan manipulasi sertifikasi resmi emas itu sendiri yang memungkinkannya untuk memotong lima persen pajak impor dan 2,5 persen dari pajak penghasilan impor. Menurut dia, manipulasi data ini bisa merugikan negara Rp2,9 triliun.


Read More : Cadangan Devisa Indonesia Tumbuh Menjadi USD137,1 Triliun di Bulan Juni

"Ada maling di siang bolong di sini," kata Dahlan pada 14 Juni.

Dahlan secara pribadi meminta Jaksa Agung Sianitar Burhanuddin mengusut tuntas para pelaku, baik individu maupun korporasi. Dia mengingat pemanggilan pimpinan perusahaan pertambangan milik negara PT Aneka Tambang (Antam), mengatakan hal yang sama harus dilakukan kepada perusahaan swasta yang bekerja di industri untuk membantu menjelaskan situasi.



Read More : Citilink Perkenalkan Royal Green: Kelas Ekonomi Dengan Fasilitas Penerbangan Eksklusif

Majalah Tempo (Edisi 14-21 Juni) menyoroti masalah ini dan menuduh praktik ilegal itu terjadi sejak 2019, yang pertama kali dimulai dari temuan berdasarkan analisis rutin Direktorat Penindakan dan Penyidikan.

Berdasarkan data Globe Trade Atlas and Statistics Indonesia (BPS), pihak berwenang menemukan perbedaan data emas batangan antara petugas bea cukai Singapura dan Indonesia. Baca liputan mendalamnya di Majalah Tempo edisi terbaru.





Loading...