Sunday, 20 Jun 2021

Restu Megawati Untuk Ganjar Di Pilpres 2024 Tergantung Elektabilitasnya

news24xx


Foto : VOIFoto : VOI

NEWS24.CO.ID - Elektabilitas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo secara konsisten menempati urutan kedua dalam data survei terakhir. Menurut survei Indonesia Elections and Strategy (IndEX) terbaru, Ganjar masih menjadi runner-up dengan 16,7 persen.

Namun, elektabilitas Ganjar dinilai tidak mampu membawanya maju sebagai calon presiden pada 2024 jika tiket PDIP tidak diberikan kepadanya.

Lantas, apakah partai yang diketuai Megawati akan menyerah dan memberi lampu hijau kepada Ganjar dengan mempertimbangkan elektabilitasnya?


Read More : Masih Serumah Dengan Bani Mulia, Ini 5 Fakta Gugatan Cerai Lulu Tobing

Analis politik dan Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, menilai PDIP akan kalah jika Ganjar terus menunjukkan peningkatan elektabilitas.

"Pada akhirnya, PDIP akan ditaklukkan oleh tren dan pertumbuhan elektabilitas," kata Pangi, Kamis, 10 Juni.

Sama halnya dengan Pilpres 2014, Megawati menyerahkan satu tiket kepada Joko Widodo karena elektabilitasnya melejit meski baru menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

“Jokowi saat elektabilitas tak terbendung dan lancar, Bu Megawati menyerahkan tiket kepada Jokowi,” kata Pangi.

Memang, lanjutnya, saat itu, trah Soekarno di internal PDIP belum siap mencalonkan diri di Pilpres saat Jokowi dicalonkan. Baik Puan Maharani maupun Prananda Prabowo, jadi tidak terlalu penting.



Read More : Untuk Mengendalikan Lonjakan Kasus COVID-19, Pemerintah Diminta Mempertimbangkan Lockdown

"Sekarang mungkin momentum Ganjar terhambat, karena ada trah Soekarno yang juga siap bertarung. Padahal modal elektabilitasnya tidak menjanjikan, baik Prananda maupun Puan," ujarnya.

Meski demikian, Pangi yakin, PDIP tetap akan menghitung langkah politiknya secara cermat dan terukur dan berupaya untuk menang dalam pemilu, baik pemilu presiden maupun legislatif. Apalagi Ganjar juga merupakan pengurus partai yang tentunya bekerja untuk kepentingan dan agenda PDIP dan Megawati Soekarnoputri.

“PDIP saat ini tidak memiliki kader yang benar-benar kuat dan memiliki elektabilitas unggulan sendiri. Saya perhatikan masih kompetitif. Dulu elektabilitas Jokowi tidak berusaha menyalipnya,” jelas Pangi.

“Bisakah ada matahari kembar? Jokowi punya momentum, karena trah Soekarno belum siap ketika Jokowi mendapat tiket dari PDIP dan Megawati. Sekarang yang lain pengurus partai, termasuk Ganjar, mungkin yang lain hanya pengurus partai yang bekerja untuk partai. Soekarno berkembang biak seperti Puan dan Prananda," tambahnya.

Terlepas dari isu tersebut, Pangi menilai Ganjar Pranowo bisa menjadi lawan yang seimbang bagi Menteri Pertahanan yang juga Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto. Dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam pemilihan presiden mendatang. Karena itu, Ganjar tetap menjadi kader PDIP yang paling potensial jika bertarung di Pilpres mendatang, ketimbang keturunan Soekarno.

Ganjar masih merupakan sosok potensial untuk mencalonkan diri sebagai presiden, hanya ada satu cara untuk masuk yaitu Megawati memberikan tiket kepada Ganjar untuk maju dan memenangkan pertarungan, kata Pangi Syarwi Chaniago.





Loading...