Sunday, 20 Jun 2021

Berita Tentang Puing Kri Nanggala-402 yang Berhasil Diangkat Jadi Viral di Media Sosial

news24xx


Foto : VOIFoto : VOI

NEWS24.CO.ID - Baru-baru ini media sosial dibanjiri tulisan artikel berjudul 'Tangisan Keluarga Korban Pecah, Tim Evakuasi Berhasil Mengangkat Puing Kri Nanggala 402 ke Permukaan.'

Artikel ini diposting di situs haimoms.blogspot.com pada tanggal 1 Mei 2021. Di artikel tersebut terdapat foto bangkai kapal selam yang baru saja diangkat ke permukaan. Di bagian atas kapal tertulis 402 yang dilingkari warna merah.

Foto tersebut juga memperlihatkan sejumlah wanita, salah satunya sedang menangis. Ada juga dua wanita yang berpelukan.


Read More : Masih Serumah Dengan Bani Mulia, Ini 5 Fakta Gugatan Cerai Lulu Tobing

Dilansir dari turnbackhoaks.id, berikut fakta foto sekaligus beritanya adalah konten yang dimanipulasi.

"Itu foto yang sudah diedit. Foto itu diedit dengan menambahkan tulisan 402 di foto bangkai kapal selam K-141 Kursk Rusia yang hancur dalam ledakan besar pada 12 Agustus 2000," tulis turnbackhoaks.id.

Diberitakan dari Tempo, foto kapal selam yang terlihat di thumbnail video tersebut identik dengan foto yang diunggah oleh situs berbahasa Rusia Oir Mobi dalam artikelnya pada 18 Februari 2020 berjudul 'Kursk Submarine'.

Namun di foto ini, tidak terlihat tulisan 402 di bagian atas kapal. Foto yang sama juga diunggah Tempo pada 24 April 2021 dalam artikel berjudul '6 Kecelakaan Kapal Selam Terburuk Dalam Sejarah'.

"Menurut arsip berita tempo, kecelakaan Kursk dianggap sebagai salah satu bencana kapal selam terburuk yang dialami oleh Rusia. K-141 Kursk, sebuah kapal selam rudal bertenaga nuklir Project 949A Antey-class (Oscar II) dengan berat 16.000 ton, hancur dalam sebuah kapal selam. ledakan besar pada 12 Agustus 2000. "



Read More : Untuk Mengendalikan Lonjakan Kasus COVID-19, Pemerintah Diminta Mempertimbangkan Lockdown

Ledakan itu menewaskan 118 awak kapal selam. Kapal selam Kursk tenggelam saat latihan Armada Utara Angkatan Laut di Laut Barents.

Dikutip dari Moscow Times, penyelidikan resmi menyimpulkan bahwa kegagalan salah satu torpedo berbahan bakar hidrogen peroksida Kursk memicu ledakan tersebut. Bencana kapal selam Kursk memicu kecaman publik yang meluas terhadap pemerintah dan angkatan laut Rusia.





Loading...