Monday, 19 Apr 2021

Gibran Rakabuming Disiapkan Untuk Menjadi Calon Presiden

news24xx


Foto : VOIFoto : VOI

NEWS24.CO.ID -  Pengamat politik Universitas Al-Azhar Indonesia Andriadi Achmad menilai peluang putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, sangat besar di kancah politik.

Padahal, menurutnya, posisi Wali Kota Solo masih terlalu rendah mengingat Gibran merupakan putra mahkota.

“Sebagai putra mahkota, seharusnya Gibran terjun langsung ke tingkat pusat, baik anggota DPR, Pilgub Jakarta, atau Pilgub Jateng. Jadi jabatannya sebagai wali kota, saya kira masih rendah sebagai putra mahkota,” kata Andriadi pada Kamis, 8 April.


Read More : Kartika Putri Sakit Hati Saat Richard Lee Tidak Hadiri Mediasi Ketiga

Melihat rekam jejak Jokowi, lanjut Andriadi, eks Wali Kota Solo ini telah membuka jalan bagi para kepala daerah untuk bisa langsung menjadi calon presiden. Sebab sebelumnya, pencaplokan masih memasukkan tokoh-tokoh di ring satu Istana.

“Jokowi membuka peta baru politik Indonesia. Dari walikota, lalu gubernur lalu presiden. Selama ini jadi presiden dari pusat aja, misalnya menteri atau panglima,” terangnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Political Communication Studies and Research Center (PolCom SRC) mengatakan, Gibran diproyeksikan akan mengikuti jejak Jokowi dalam beberapa tahun ke depan. Ayah Jan Ethes, kata dia, bisa menaikkan level kepemimpinannya di tingkat provinsi sebagai Gubernur Jawa Tengah.

“Gibran, kemungkinan besar dia mengikuti jejak ayahnya, mungkin berbeda alurnya. Jadi sekarang dia walikota kemudian bisa jadi Gubernur Jawa Tengah, belum tentu Jakarta,” kata Andriadi.

Andriadi memahami, 2024 terlalu dini bagi Gibran untuk mencicipi pencalonan presiden. Namun adik Kaesang Pangarep ini sudah memiliki modal untuk menjadi pemimpin kaum milenial dimana saat ini ia menjabat sebagai ketua KNPI.

zxc2

“Kalau Jokowi mau momentum (Pilpres 2024) lebih cepat ya (bisa). Dan kalau parlemen bisa mendukung karena DPR 20 persen. Dia diplot menjadi ketua KNPI sebagai batu loncatan. Saya kira Gibran kalau tidak 2024 bisa jadi 2034. Itu takdir politik ya mungkin perlu disiapkan, ”kata pengamat dari Bengkulu itu.

Menurutnya, Gibran bisa lebih berpeluang jika pengaruh Jokowi terus menjadi ketua pdip. Bahkan Gibran bisa jadi 'The Next Jokowi'.

“Megawati sedang mencari sosok untuk menggantikan secara internal dan eksternal. Eksternal salah satunya Jokowi jika dilepas dari presiden. Jika Jokowi memegang perahu politik entah itu PDIP atau sebaliknya tentu Gibran bisa menjadi capres yang akan dilakukan di masa depan, "kata Andriadi.

Karena itu, Andriadi menegaskan, Gibran tidak menutup kemungkinan dilepas ke Istana. “Jadi wajar kalau Gibran jadi presiden, ayahnya jadi presiden. Tidak wajar kalau dia tidak jadi apa-apa, tidak ada regenerasi,” ujarnya.





Loading...