Saturday, 16 Jan 2021

Akibat Masalah Ini, Persipura Jayapura Resmi Dibekukan

news24xx


Ketua Umum Tim Persipura Jayapura, Benhur Tomi Mano menyampaikan, tim kebanggaan masyarakat Papua, Persipura Jayapura resmi dibekukan.Ketua Umum Tim Persipura Jayapura, Benhur Tomi Mano menyampaikan, tim kebanggaan masyarakat Papua, Persipura Jayapura resmi dibekukan.

NEWS24.CO.ID, Jayapura - Ketua Umum Tim Persipura Jayapura, Benhur Tomi Mano menyampaikan, tim kebanggaan masyarakat Papua, Persipura Jayapura resmi dibekukan.

"Hari ini Rabu, 6 Januari 2020, Kami putuskan Persipura hentikan seluruh aktifitas, situasi finansial semakin sulit bagi kami untuk terus membayar gaji pemain, pelatih dan seluruh ofisial. Hal ini karena Bank Papua sudah memastikan bahwa mereka tidak dapat membayarkan sisa kontrak yaitu 5 Miliar, jadi terhitung sejak kompetisi terhenti bulan maret tahun lalu, Persipura Jayapura hanya disokong oleh PT. Freeport, Kuku Bima, dan Anggaran dari Manajemen, walaupun kompetisi tidak berjalan, tetapi Kami tetap membayar gaji seluruh pemain, pelatih dan ofisial," kata Benhur kepada Pers, dikutip dari Topikpapua.com, Kamis (7/1/2021).

Benhur yang juga adalah Walikota Jayapura mengaku sangat menyayangkan situasi ini, pasalnya Persipura dan Bali United dijadwalkan pada tahun 2021, akan mengikuti AFC Cup mewakili Indonesia.

"Kami sangat sayangkan situasi ini, padahal kita punya kesempatan untuk berlaga di AFC CUP 2021, karena tidak mungkin kita paksakan tim berjalan tanpa membayar gaji pemain, pelatih dan ofisial," jelas Benhur.

Diakui Benhur, pihaknya sempat kaget dengan keputusan yang diambil bank Papua, karena sebelumnya oleh Komisaris utama bank papua menyatakan akan tetap ada dana untuk pembinaan pemain Persipura walaupun kompetisi tidak berjalan.

"Kami sebenarnya sudah beberapa kali meminta kejelasan dan kepastian dari Bank Papua, tetapi baru hari ini (6/1/2021) mereka nyatakan tidak membayar, seandainya sejak awal disampaikan mungkin kita akan mencari jalan lain sebagai solusi, jadi selama ini kita digantung-gantung terus untuk sesuatu yang ternyata tidak jelas, kita di PHP berbulan-bulan," beber Benhur.

BTM juga menjelaskan bila pihaknya belum bisa memastikan sampai kapan Tim Mutiara hitam akan dibekukan, 

"Dengan surat Bank Papua ini berarti kami tidak lagi punya sumber dana untuk beraktifitas, dan kita semua tahu bagaimana menurunnya ekonomi selama pandemi covid, sehingga kemampuan kita secara finansial juga menurun, apalagi ada kewajiban untuk tetap membayar gaji seluruh personil tim," sebut dia.

"Jadi setelah menerima surat dari Bank Papua tadi, kami langsung rapat manajemen dan diputuskan untuk hentikan seluruh aktifitas tim, selama ini tim tetap berlatih secara virtual, tetapi sejak saat ini, semua kegiatan dihentikan, sampai kapan? Sampai kita dapat dukungan sponsor yang jelas dan pasti.

"Terima kasih untuk PT. Freeport dan Kuku Bima yang sudah melunasi sesuai perjanjian. Terimakasih untuk semua pecinta Persipura Jayapura," pungkas Benhur. []





Loading...