Saturday, 29 Jan 2022

Parodi Lagu Indonesia Raya, FPI Sebut Hukum di Indonesia Beraninya Cuma ke Rakyat Biasa, Wajar Aja Diremehkan Negara Lain

news24xx


Pengacara FPI Aziz Yanuar.Pengacara FPI Aziz Yanuar.
www.jualbuy.com

NEWS24.CO.ID - Gemparnya lagu Indonesia Raya yang diviralkan, juga turut ditanggapi Front Pembela Islam (FPI). Aziz Yanuar selaku pengacara FPI menyebutkan mudahnya Indonesia dilecehkan oleh negara lain diduga kerena penegakan hukum di negeri ini hanya berani ke rakyat biasa.

“Ini makin membuktikan dugaan penegakan hukum hanya tegas dan berani terhadap yang diduga para oposisi yang tidak sependapat dengan pemerintah,” kata Aziz dihadapan awak media, Senin (28/12/2020) kemarin.

Aziz juga menyebutkan, saat ini pemerintah banyak lakukan diskriminasi terhadap ulama di Indonesia. Dan atas itulah diduga menjadi penyebab semakin tak bermartabatnya bangsa ini di mata dunia.

“Itulah, karena diduga diskriminasi hukum terhadap rakyat sendiri begitu nyata, dugaan kriminalisasi ulama begitu nyata, dugaan ketidakadilan sangat nyata, maka akibatnya antara lain ya itu harga diri bangsa diremehkan oleh bangsa lain. Tidak seperti di negara lainnya yang merangkul ulama dan agama Islam, seperti di Rusia dan Amerika,” ujar Aziz.

Seperti diketahui bersama, baru-baru ini media sosial dibuat heboh dengan sebuah vdeo parodi lagu Indonesia Raya. Video berdurasi 1,32 menit tersebut diunggah sekitar dua pekan lalu oleh akun yang disebut-sebut milik oknum youtuber Malaysia.

Bahkan, lambang Garuda Pancasila diubah menjadi gambar ayam. Selain itu, ada gambar dua anak kecil yang buang air ke bendera Merah Putih.

Video tersebut diunggah ke sebuah saluran YouTube bernama MY Asean dengan lokasi di Malaysia. Foto profilnya juga menampilkan bendera Malaysia.

Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi mengatakan pemerintah Indonesia sudah melaporkan kasus ini ke Polisi Diraja Malaysia (PDRM). Otoritas keamanan negara tersebut kini sedang melakukan penelusuran.

Sementara Kedutaan Besar (Kedubes) Malaysia di Jakarta juga telah memberikan perhatian khusus. Melalui Laman Facebook Kedubes Malaysia, disebutkan otoritas sedang melakukan investigasi atas persoalan yang bisa mengganggu hubungan baik kedua negara itu. []





Loading...
Related News