Sunday, 24 Jan 2021

Dua Pesepeda dari Yogyakarta Tiba di Kota Pekanbaru, Tujuan O Kilometer dan Perkenalkan Tas Daur Ulang

news24xx


Dok Instagram @purnamarafli_ dan @maia_lan.Dok Instagram @purnamarafli_ dan @maia_lan.

NEWS24.CO.ID, PEKANBARU - Dua pesepeda telah tiba di kota Pekanbaru pada Senin (23/11/2020). Mereka adalah Rafli Purnama (@purnamarafli_) yang merupakan warga negara Indonesia asal Cimahi dan @maia_lan yang berkewarganegaraan asing asal Spanyol.

Mereka telah melakukan perjalanan selama sebulan yang start awal dari Yogjakarta.

Tujuan mereka adalah mencapai titik 0 kilometer.

Dalam pengakuannya, @purnamarafli_, menyebutkan, bahwa gowesan yang dilakukan ini bukan hanya sekedar gowes saja dalam perjalanan. Tapi mereka sepakat ingin mengajak kawan-kawan untuk mengikuti kampanye kita yaitu #zerowastegowes dengan membiasakan diri mengurangi pengunaan sampah plastik dalam kehidupkan kita sehari hari.

Disebutkannya, ia mengajak kawan-kawan juga melakukan hal yang sama dalam mendaur ulang sampah plastik yang digunakan setiap hari. 

Dalam bersepeda dari Yogjakarta, mereka membawa dua buah jerigen yang didaur ulang menjadi bentuk tas. Dan diakuinya, setelah sampai di kota Banda Aceh, akan ada projek yang akan disampaikan mereka. 

Dalam postingan di media sosialnya, diceritakannya bahwa tas jerigen yang dibawanya ini belum ada masalah. Bahkan saat hujan deras. Akan tetapi barang bawaannya yang di dalam tas tidak terkena air. 

Untuk membuat tas dari daur ulang jerigen ini disebutkannya jauh lebih murah dibanding yang lain. Dan ini juga sebagai latihan mengangkat beban bawa air dalam gowes 

@maia_lan, menyebutkan untuk di Pekanbaru, mereka akan hadir selama tiga malam, dan kemudian melanjutkan perjalanan menuju kota Duri pada hari Kamis (26/11/2020).

Di Pekanbaru, ia disambut rekan-rekan pesepeda dari Pekanbaru. Dan ia juga berencana akan mencoba beberapa kuliner khas dari Pekanbaru dan Riau. 

@maia_lan yang sudah fasih berbahasa Indonesia ini mengakui sudah sembilan provinsi yang dimasuki, yakni DIY, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jakarta, Banten, Lampung, Sumatra Selatan, Jambi, dan Riau.

Diakuinya, selain sedang belajar naik sepeda, ia juga belajar geografi.

Mereka masuk pulau Sumatera pada awal bulan November. Dan banyak yang menyebutkan bahwa mereka cepat dalam perjalanan dan ada juga yang menyebutkan lambat. 

Diakuinya, kalau orang lain bikepacking setiap hari dan tidak menikmati kota, bisa lebih cepat. Kalau menikmati desa dan kota yang kami bermalam, bisa lebih lambat. Baginya, yang penting mereka senang, sehat dan aman. []

 





Loading...