Wednesday, 20 Jan 2021

Kasus DBD Tahun 2020 di Pekanbaru, Sudah Tiga Orang Yang Meninggal Dunia

news24xx


Sekretaris Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru Zaini Rizaldy Saragih.Sekretaris Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru Zaini Rizaldy Saragih.

NEWS24.CO.ID, PEKANBARU - Kasus di Riau bukan hanya Covid-19 yang menyerang, tapi juga Demam Berdarah Dengue (DBD). Dan untuk di kota Pekanbaru, hingga hari ini, Kamis (19/11/2020) terdata ada sebanyak 481 kasus sejak Januari 2020. 

"Kasus DBD di kota Pekanbaru, sudah tiga orang yang meninggal," sebut Sekretaris Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru Zaini Rizaldy Saragih, Kamis (19/11/2020).

"Dari tiga pasien yang meninggal itu, satu pasien dari Kecamatan Senapelan pada Februari lalu. Dan dua pasien dari Tenayan Raya," kata Zaini.

"Dan yang lainnya sudah dinyatakan sembuh. Tapi masih ada beberapa lagi yang masih ditangani," lanjutnya.

Zaini mengimbau agar masyarakat tetap menjaga kebersihan lingkungan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). 

"Intinya, bagaimana cara kita memberantas DBD ini dengan menjaga kebersihan lingkungan. Apalagi saat ini musim hujan, nyamuk sebagai pembawa DBD dapat kita basmi secara bersama dengan perilaku hidup bersih. Dan ini sama halnya dengan bagaimana kita menjaga diri dari virus Covid-19," terang dia.

Selain menjaga lingkungan, Zaini menyarankan apabila masyarakat mengalami gejala demam seperti DBD agar segera mengunjungi puskesmas terdekat untuk penanganan yang cepat. 

Dalam data 481 kasus DBD di kota Pekanbaru, adalah dari kecamatan Bukit Raya 53 kasus, Limapuluh 36 kasus, Marpoyan Damai 67 kasus, Payung Sekaki 57 kasus, Pekanbaru Kota 7 kasus, Rumbai 30 kasus, Rumbai Pesisir 25 kasus, Sail 7 kasus, Senapelan 20 kasus, Sukajadi 18 kasus, Tampan 77 kasus, dan Tenayan Raya 84 kasus. []

 





Loading...