Monday, 23 Nov 2020

Pemerintah RI Melalui LAPAN Mulai Cari Kehidupan di Luar Bumi, Anggarannya Rp 340 M

news24xx


Ilustrasi.Ilustrasi.

NEWS24.CO.ID - Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) telah membangun fasilitas Observatorium Nasional di NTT untuk mencari kehidupan di luar bumi. Nantinya fasilitas ini untuk meneliti kehidupan lain diluar planet Bumi.

Peneliti Pusat Sains Antariksa LAPAN Rhorom Priyatikanto, mengatakan anggaran dana untuk program ini bersumber dari APBN.

"Fasilitas yang terbaru ini diantaranya teleskop 50 cm, harganya kira-kira mencapai Rp 1 miliar. Dan program ini sendiri mendapat anggaran dari APBN sekitar Rp 340 miliar," ungkap Rhorom Priyatikanto, dikutip dari laman gelora.co (27/10/2020).

Ia mengatakan, saat ini LAPAN baru membangun observatorium di NTT. Fasilitas ini salah satunya saat ini untuk mengamati perjalanan komet dan asteroid.

"LAPAN telah membangun fasilitas Observatorium Nasional Timau di NTT, bersama dengan ITB, UNDANA, dan Pemda setempat. Mulai tahun ini, kami telah mengoperasikan teleskop 50 cm di Kupang, salah satunya saat ini dipergunakan untuk pengamatan komet dan asteroid," ujarnya.

Selain itu, dikatakannya, LAPAN merencanakan program pengamatan transient project mulai tahun ini. Arah lain program ini untuk mencari tahu soal teka-teki kehidupan di luar bumi.

"LAPAN akan merencanakan program pengamatan transient objects mulai tahun 2020. Eksoplanet dan supernova adalah contoh objek transien," sebut dia. 

"Dengan kata lain, kami akan mulai mencari dan mempelajari eksoplanet dengan lebih sistematis. Salah satu arahnya memang menjawab apakah ada kehidupan di luar sana," ujarnya.

"Iya, kehidupan di luar bumi, itulah salah satu pertanyaan mendasar umat manusia yang ingin tahu," lanjut dia.

Dia menjelaskan bahwa saat ini LAPAN memiliki teleskop reflektor berdiameter 50 cm. Menurutnya, inilah 'senjata terbaik' LAPAN di Kupang.

"Sementara ini, teleskop reflektor berdiameter 50 cm adalah senjata terbaik kami di Kupang. Akhir tahun 2021, kami berharap datangnya teleskop yang lebih besar, yakni teleskop dengan diameter cermin 380 cm," tuturnya. []





Loading...