Thursday, 22 Oct 2020

Febri Diansyah, Lelaki Minang Yang Tinggalkan KPK

news24xx


Febri Diansyah.Febri Diansyah.

NEWS24.CO.ID - Nama Febri Diansyah menjadi perbincangan dalam beberapa hari terakhir. Febri menyatakan mudur sebagai pegawai KPK, lembaga tempatnya menyibukkan diri dalam pemberantasan korupsi.

Febri mengaku pamit dari lembaga anti rasuah itu dengan segala kecintaannya.

"Ya, dengan segala kecintaan saya pada KPK, saya pamit," ujar Febri kepada wartawan, Kamis (24/9/2020).

Sepak terjang Febri di panggung antikorupsi sedianya sudah terlihat sebelum dia menjadi bagian dari KPK. Pria asal Kota Payakumbuh Sumatra Barat itu dikenal sebagai aktivis antikorupsi di Indonesia Corruption Watch (ICW).

Saat berada di KPK, lulusan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta itu juga punya panggilan khusus dari rekan-rekan kerjanya. Sejumlah pegawai KPK kerap memanggil Febri dengan sapaan Uda Febri. Sapaan itu kerap terdengar saat pegawai KPK bertemu Febri di kantin yang lokasinya berada di belakang Gedung Merah Putih KPK. 

Di kantin itu, Febri biasanya makan siang dan berbincang santai dengan pegawai lain termasuk wartawan.

Seperti dikutip dari Tempo.co, Febri juga punya julukan tukang jungkir baliak. Julukan itu melekat saat Febri mulai bergabung ke KPK pada 2013 lalu.

Julukan itu mengacu pada insiden yang dialami Febri saat menjalani pendidikan dan pelatihan awal pegawai KPK. Ketika itu, Febri bersama ratusan pegawai KPK lain digembleng di Pusat Pendidikan Komando Pasukan Khusus di Batujajar, Jawa Barat, selama dua bulan.

Dalam pelatihan itu, Febri dan pegawai lainnya menjalani rutinitas dengan disiplin ala militer seperti bangun sebelum subuh, senam, lari, sarapan, lalu apel pagi. Suatu hari, Febri dipergoki tidur sambil berdiri saat upacara.

Komandan pelatihan langsung menghukum dan memerintahkan Febri jungkir balik sampai 20 meter. Hukuman itu sempat membuat rasa kantuk Febri hilang, meski akhirnya dia mengaku tidur lagi setelah mendapat hukuman jungkir balik.

Karir Febri di KPK terus melejit. Dia dilantik sebagai Kepala Biro Humas pada 6 Desember 2016 oleh Ketua KPK ketika itu Agus Rahardjo. Saat itu Febri juga merangkap sebagai juru bicara.

KPK akhirnya menunjuk Ipi Maryati dan Ali Fikri ditunjuk menjadi jubir baru KPK. Febri pun tak lagi sering mucul di media.
Febri akhirnya mengungkapkan pengunduruan dirinya pada 24 September. Lelaki berdarah Minangkabau itu merasa lebih bisa memberikan kontribusi dalam pemberantasan korupsi jika berada di luar KPK.

“Akan lebih signifikan kalau saya berada di luar KPK, tetap memperjuangkan dan ikut dalam advokasi pemberantasan korupsi,” ucap Febri. **





Loading...