Thursday, 22 Oct 2020

Ratusan Karyawan di Batam Positif, Belum Berlakukan Penutupan

news24xx


PT Philips Industries Batam.PT Philips Industries Batam.

NEWS24.CO.ID

Batam - Wabah virus corona makin menggila di Batam Kepulauan Riau, ratusan pekerja dikabarkan positif. Di PT Infineon Technologies Batam sebanyak 63 karyawan dinyatakan positif, dan di PT Philips Industries Batam sebanyak 67 orang. 

Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, Didi Kusmarjadi membenarkan informasi tersebut. "Kabat itu benar, tapi rilis detailnya belum keluar, bisa malam ini atau besok," ujar Didi, Selasa (22/9/2020), dilansir dari batamnewsonline.

Terkait karyawan di PT Infineon Technologies Batam dijelaskan Didi merupakan akumulasi dari kasus-kasus sebelumnya. Sedangkan rilis aporan terkait PT Philips yang berada di Panbil Industrial Estate, Muka Kuning akan segera diterbitkan. 

Diberitakan sebelumnya, klaster buruh atau karyawan swasta di kawasan Muka Kuning ini berawal dari temuan penghuni mess (domitori) yang terpapar Covid-19.

Didi sempat menyebutkan ada 50-an penghuni dormitori yang terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka adalah penghuni domitori Blok H di Kawasan (industri) Muka Kuning.

Saat ini secara kumulatif jumlah pasien Covid-19 telah mencapai 1238 orang, dimana diantaranya 652 orang telah dinyatakan sembuh. Sementara itu 43 orang telah meninggal dunia dan sedang dirawat atau menjalani perawatan intensif di rumah sakit berjumlah 543 orang.

Mengenai kapasitas rumah sakit dalam menampung pasien Covid-19, Didi memastikan sampai saat ini masih mencukupi.

Terkait penutupan kawasan itu, dikatakan Didi, merupakan wewenang Pemerintah Kota Batam.

Disisi lain, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Rudi Sakyakirti mengatakan, pihaknya sedang mencari solusi terbaik untuk menangani persebaran Covid-19 tersebut.

Rudi menyampaikan kedua perusahaan sudah melakukan tindakan pencegahan penularan Covid-19. Seperti dengan melaksanakan rapid test dan uji swab kepada karyawan dan kontak erat dengan pasien positif Covid-19 sebelumnya.

"Satu hari mereka bisa rapid sampai 700 karyawan, minggu ini selesai saya rasa. jumlah ini sudah melebih kapasitas yang hanya 500 per harinya. Jadi perusahan juga berupaya mengendalikan virus ini di perusahaan mereka," sebut Rudi.

"Tentang penutupan, kita masih bicarakan dan bahas bersama dengan tim gugus tugas. Bagaimana nantinya adalah keputusan yang terbaik," pungkas Rudi. **





Loading...