Thursday, 22 Oct 2020

Ini Rangkaian Proses Evakuasi Pesut di Pelalawan

news24xx


Proses evakuasi Pesut di Pelalawan Riau. /IstProses evakuasi Pesut di Pelalawan Riau. /Ist

NEWS24.CO.ID, PELALAWAN - Evakuasi Pesut atau lumba-lumba air tawar Irrawaddy Dolphin (Orcaella brevirostris) di Pelalawan, tepatnya di Desa Segati, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan dilakukan oleh Tim Gabungan yang terdiri dari, Balai Besar KSDA Riau, Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) KKP dan JAAN (Jakarta Animal Aid Network) pada Sabtu, 19 September 2020. 

Dalam rilis yang diterima news24coid dari Humas Balai Besar KSDA Riau menyebutkan, pesut yang dievakuasi berjumlah satu ekor, dengan panjang 2,20 meter berjenis kelamin jantan dan diperkirakan berusia 30 tahun.

"Sebelum tindakan evakuasi, Tim melakukan pengamatan pergerakan satwa liar Pesut di sungai Desa Tambak, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan sejak Rabu, 16 September 2020. Selanjutnya, pada Kamis, 17 September 2020, Pesut berpindah ke Desa Segati Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan," terang Kepala Balai Besar KSDA Riau Suharyono melalui Kepala Bidang KSDA Wil I, Andri Hansen Siregar (20/9).

"Tim bersama masyarakat setempat melokalisir area dengan cara memasang penghalang berupa jaring pada dua sisi, yaitu di hulu dan hilir sungai berjarak 50 meter," kata dia.

"Namun saat pengamatan keesokan harinya, Jumat, 18 September, Pesut berhasil melewati jaring pembatas, dan bergerak ke arah hulu sungai sejauh 3 kilometer," lanjut keterangannya.

Lanjutnya, tim kembali melokalisir area tersebut untuk memperkecil ruang gerak Pesut agar pergerakannya dapat terpantau dengan lebih baik. 

Sesuai hasil pengamatan dan Observasi, Tim menyatakan kondisi Pesut dalam keadaan stabil dan normal, maka diputuskan utk dapat dievakuasi keesokan harinya yaitu Sabtu, 19 September 2020.

Pada Sabtu, 19 September 2020, Tim gabungan dengan dukungan masyarakat Desa Segati dan Desa Tambak melakukan kegiatan evakuasi satwa liar Pesut dengan menggunakan 8 perahu dan 2 jaring dengan kronologis sebagai berikut :

Pukul 10.00 Wib, Tim tiba di lokasi keberadaan Pesut, selanjutnya melakukan pemasangan perangkap jaring.

Pukul 12.35 Wib, Pesut sudah berhasil ditangkap, selanjutnya dibawa dengan menggunakan perahu motor dari Desa Segati ke Desa Tambak.

Pukul 13.59 Wib, setibanya di Desa Tambak, Tim memodifikasi alat angkut pada bak mobil sebagai media bak berisi air dengan menggunakan terpal plastik. 

Pada saat yang sama, tim juga berkesempatan melakukan sosialisasi pada masyarakat Desa Tambak untuk selalu dapat berkoordinasi kepada Balai Besar KSDA Riau, bila menemui kejadian yang sama, serta bersama-sama menjaga kebersihan sungai dari kegiatan pencemaran lingkungan.

Pukul 15.30 Wib, setelah satwa Pesut diberikan perlakuan khusus agar tidak stress dalam pengangkutan, Tim membawa satwa tersebut ke lokasi pelepasliaran via jalan darat.

Pukul 17.50 Wib, Tim tiba di lokasi pelepasliaran di Kelurahan Pelalawan, Kecamatan Pelalawan Kabupaten Pelalawan selanjutnya memberikan jeda waktu 30 menit dengan maksud mengurangi tingkat stress pada satwa.

Pukul 18.20 Wib, satwa Pesut dipindahkan ke perahu untuk dibawa ke lokasi release

Pukul 18.50 Wib, didukung oleh pihak kepolisisn Subsektor Pelalawan dan masyarakat nelayan setempat, Satwa Pesut direlease di Sungai Kampar.

Namun sekira 3 menit setelah Pesut direlease, Pesut kembali muncul kepermukaan air yang berjarak sekitar 30 meter di depan perahu, lalu berenang ke arah hilir Sungai Kampar. /Rls

 





Loading...