Saturday, 26 Sep 2020

Kapal Rombongan Wartawan Istana Kepresidenan Terbalik, Seluruh Barang Bawaan Tidak Terselamatkan

news24xx


Kapal terbalik di Perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Selasa (21/1/2020). /IstKapal terbalik di Perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Selasa (21/1/2020). /Ist

NEWS24.CO.ID,LABUAN BAJO, NTT - Sebuah kapal yang ditumpangi beberapa awak media yang tergabung dalam wartawan Istana Kepresidenan terbalik di perairan Pulau Bidadari, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Selasa (21/1) sekitar pukul 12.20 WIB.

Dirangkum news24.co.id dari berbagai media, disebutkan kapal yang ditumpangi tersebut terbalik akibat dihantam gelombang besar usai menemani Presiden Jokowi dalam kunjungan di Labuan Bajo.

Salah seorang korban, wartawan Antara Desca Lidya Natalia, pada Selasa (21/1/2020) mengatakan, "Ombak yang datang tiba-tiba, gede, hanya hitungan detik saja kapal langsung terbalik".

Kapal tersebut diketahui mengangkut rombongan wartawan dari sejumlah media, seperti SCTV, TVRI, BeritaSatu, Antara, Liputan6, Viva, hingga biro pers kepresidenan.

Desca menceritakan, awalnya rombongan wartawan tersebut bertugas mengikuti agenda kunjungan Presiden Jokowi di Labuan Bajo sejak Minggu (19/1). Setelah Jokowi kembali ke Jakarta, para wartawan kemudian berniat menikmati alam Labuan Bajo dengan menggunakan kapal pinisi.

"Presiden sudah take off ke Jakarta, terus Mbak Nina (wartawan Kompas) kan bisa arrange buat ke pinisi. Abis itu udah berangkat, pas perjalanan pulang tiba-tiba anginnya gede. Terus benar-benar terbalik semuanya," ceritanya dikutip dari kumparan.com.

Akibat musibah itu, para wartawan kehilangan seluruh barang bawaan mereka. Mulai dari tas, laptop, dompet, ponsel, hingga kamera yang biasa dipergunakan untuk liputan.

Dikatakannya, insiden itu tidak menimbulkan korban jiwa. Dan seluruh penumpang sudah diselamatkan dan dibawa ke daratan.

"Ada kapal penyelamat, kami saat ini sudah ada di pantai. Gue enggak tahu ada yang terluka atau tidak. Katanya dipanggil ambulans. Tangan gue entah memar atau kenapa jadi bengkak gitu yang kanan," ungkapnya.

Sementara itu, Staf BPBD Kabupaten Manggarai Barat Hans memastikan seluruh penumpang dan ABK kapal pinisi tersebut selamat. Saat ini, kata Hans, pihaknya tengah berkoordinasi dengan instansi terkait soal insiden ini.

"Penyebab kejadiannya adalah akibat gelombang tinggi. Saat ini BPBD sedang berkoordinasi dengan SAR dan instansi terkait lainnya," pungkas Hans.





Loading...