Friday, 07 Aug 2020

Mistis Gua Istana Ular Yang Terdapat di Desa Galang, NTT, Sosok Ular Putih Raksasa Terlihat

news24xx


Gua Istana Ular di desa Galang.Gua Istana Ular di desa Galang.

NEWS24.CO.ID - Teror ular kobra menjadi ketakutan bagi warga. Beberapa waktu lalu ditemukannya ular disejumlah pemukiman warga di Boyolali. 

Kemunculan ular juga terjadi dibeberapa lokasi di Indonesia. Hal ini disebabkan ular tengah memasuki masa kawin dan bertelur sehingga mencari tempat yang aman.

Dulu kita juga dihebohkan dengan pemberitaan ular raksasa yang memakan manusia. Peristiwa seorang ibu rumah tangga yang dimangsa hidup-hidup ular piton terjadi di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara.

Bahkan sebelum kejadian itu ada seorang laki-laki yang juga dimangsa ular piton raksasa di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

Namun sebelum peristiwa itu terjadi, ada cerita unik berbalut mistis mengenai ular yang datang dari desa Galang, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) Nusa Tenggara Timur pada Maret 2018 lalu.

Semuanya dimulai ketika warga lokal dan turis asing menemukan seekor ular putih raksasa sepanjang 23 meter. Mereka menemukan ular tersebut di gua yang dinamai Istana Ular di desa Galang.

Penemuan ular putih itu seukuran manusia dewasa tersebut terjadi ketika seorang warga bernama Doroteus Manto menemani delapan turis asal Jerman memasuki gua istana ular.

"Waktu kami temukan ular itu, bule (turis) langsung mengambil alat ukur untuk mengukur panjang ular tersebut." ujar Doroteus seperti dikutip dari Pos Kupang (14/12)

"Saat diukur ular itu tidak bergerak. Setelah diukur, baru diketahui persis panjangnya 23 meter," kata Doroteus.

Ia mengatakan penemuan ular tersebut saat berada di dalam gua dengan jarak sekitar 200 hingga 500 meter. 

Ia mengatakan, saat ular putih ditemukan dalam keadaan tidak bergerak dengan mata terbelalak.

"Saat masuk ke dalam gua, kami menggunakan tabung oksigen lengkap dengan alatnya sehingga kami masih bisa bernapas lancar walaupun di kedalaman lima ratus meter," cerita Doroteus.

Di dalam gua, mereka juga menemukan beberapa ular lainnya dalam jumlah yang banyak dengan berbagai macam warna.

"Di kedalaman 200 sampai 500 meter, ada banyak ular yang berwarna merah, kuning, hitam dan hanya satu ekor yang putih," sebut Doroteus.

"Kami berjalan di atas ular dan tidak bisa menghindar karena gua dipenuhi ular. Kami melangkah sambil menginjak ular, tetapi ular tidak gigit kami," ceritanya.


Kepala desa Galang, Ari Samsung juga mengatakan bahwa di Gua Istana tersebut kerap ditemui ular yang keluar masuk. Namun bila banyak orang disekitar mulut gua, maka ular-ular tersebut enggan keluar. 

"Biasanya di mulut gua kita bisa temukan dengan mudah banyak ular. Tetapi itu kalau kita datang tidak banyak orang. Kalau banyak orang, ularnya menghindar," jelas Ari.

Tentang penampakan ular putih, Ari juga membenarkan hal itu. "Saya peribadi memang belum pernah melihat langsung ular putih tetapi warga cukup banyak yang sudah melihat langsung ular putih itu," kata Ari.

"Sejak lama, sudah sering warga kami melihat ular besar warna putih itu," lanjut Ari.

Ari juga menyebutkan, bahwa Gua Istana Ular terdapat banyak ular yang ditemui, dan dipimpin oleh ular putih berukuran besar.

Untuk memasuki gua, ia menyebutkan ada aturan dan ritual yang harus dilakukan, yakni pengunjung harus mendapat izin dari tetua desa yang mengetahui seluk beluk gua Istana Ular dan mengorbankan seekor ayam sebagai ritualnya,





Loading...