Friday, 07 Aug 2020

MenPAN-RB Ungkap Susahnya Peluang Tenaga Honorer Diangkat Jadi PNS

news24xx


MenPAN RB Tjahjo Kumolo.MenPAN RB Tjahjo Kumolo.

NEWS24.CO.ID - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Tjhajo Kumolo membeberkan masalah yang selama ini dialami pemerintah dalam mengangkat tenaga honorer menjadi PNS.

Tjahjo menjelaskan usulan pengangkatan tenaga honorer menjadi PNS dari pemerintah daerah (pemda). Hanya saja, permasalahannya pemda tidak mau menanggung gaji mereka setelah diangkat.

Selain itu, MenPAN juga menyebutkan pihak pemda justru meminta pemerintah pusat yang menanggung. Sementara pemerintah pusat tak bisa serta merta menggelontorkan gaji untuk tenaga honorer.

"Yang mengusulkan tenaga honorer itu daerah, tapi kan pada masa sekarang ini daerah tidak mau bayar. Problem-nya daerah nggak mau, mintanya pusat yang bayar. Pusat kan yang punya uang bukan kami, kami hanya mengatur proses ujiannya, NIK-nya, dan sebagainya," ujar Tjahjo Kumolo.

Tjahjo menjelaskan bahwa pemda-lah yang selama ini menjaring banyak tenaga honorer. Namun, setelah honorer tersebut ada yang lulus tes PNS, pihak pemda enggan menanggung gajinya.

Di sisi lain, Tjahjo Kumolo menyebutkan, Kementerian PAN-RB tidak berwenang memutuskan pengangkatan karena harus melibatkan Kementerian Keuangan maupun pihak pemda.

"Ada pemda yang dulu dia mengangkat banyak tenaga honorer, pada saat sebagian lulus tes dia nggak mau bayar. Apalagi undang-undang yang sekarang menyangkut guru, yang dulu dibebankan ke kabupaten/kota, sekarang menjadi tanggung jawab provinsi," tutur Tjahjo.

Yang jelas tenaga honorer hingga kini masih sabar menanti diangkat menjadi PNS. Bahkan, banyak cerita pilu yang menemani perjalanan hidup mereka. Semoga pemerintah segera mencari solusi agar para tenaga honorer, khususnya guru bisa lebih sejahtera.





Loading...