Monday, 06 Apr 2020

Pemerintah Mengaku Keliru Hitung Jumlah Pasien Covid-19 di Indonesia

news24xx


Juru bicara pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto.Juru bicara pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto.

NEWS24.CO.ID -Pemerintah melalui Juru Bicara untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menyebut pihaknya melakukan kekeliruan ketika menghitung total jumlah pasien corona di Indonesia. Yakni ketika pemerintah melakukan penghitungan pasien positif, Selasa (24/3) kemarin.

Yuri menyebutkan jumlah pasien positif awalnya sebanyak 686 orang dan telah diumumkan kemarin (Selasa, 24/3/2020). Setelah dihitung ulang, jumlah yang benar adalah 685 pasien positif corona.

"Kemarin yang jumlahnya ada koreksi dari 686 menjadi 685," kata Yuri dalam keterangan resminya di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Rabu (25/3) malam.

Yuri beralasan, terdapat satu pasien yang terhitung dua kali dalam data Selasa kemarin. Diakuinya, ada satu pasien dengan orang yang sama dan tercatat di dua rumah sakit.

"Kemarin ada satu pasien yang tercatat di dua rumah sakit. Dengan nama yang hampir mirip. Sudah kami konfirmasi ke daerah bahwa riilnya 685," sebut Yuri.

Yuri mengatakan angka pasien positif corona di Indonesia saat ini sudah mencapai 790 orang. Angka itu didapatkan setelah per Rabu ini ditemukan kasus baru sebanyak 105 orang positif corona.

"Ditambah sekarang 105, sehingga jadi 790 kasus pasien positif corona," sebut Yuri.

 





Loading...