Monday, 06 Apr 2020

Santri Al Ihsan Boarding School Diperkenalkan QRIS oleh BI Riau

news24xx


Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi Riau perkenalkan QRIS kepada santri dan santriwati Al Ihsan Boarding School pada Kamis (12/3/2020)Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi Riau perkenalkan QRIS kepada santri dan santriwati Al Ihsan Boarding School pada Kamis (12/3/2020)

NEWS24.CO.ID - Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi Riau untuk yang keempat kalinya, lakukan roadshow mensosialisasikan pekan Quick Response Indonesian Standard (QRIS) di Pekanbaru.

Dan pada hari ini, BI Riau perkenalkan kepada santri Al Ihsan Boarding School, di Kubang Raya, Kampar.

Sebelumnya, kegiatan serupa juga disosialisasikan kepada para pedagang di Pasar Bawah Pekanbaru, mahasiswa di Kampus UMRI, pengurus masjid dan majelis taklim se-Pekanbaru. 

Di Al Ihsan Boarding School, Kepala Divisi Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah (SP-PUR), Asral Mashuri menjelaskan tentang uang elektronik dan QIRS.

"Saat ini, peralihan sudah terjadi, dari uang tunai menjadi lebih mudah dengan penggunaan uang non tunai. Elektronifikasi sudah diterapkan diberbagai hal, baik untuk pembelanjaan hingga pada pembayaran. Kalau dulu cara tunai dengan membawa uang cas untuk belanja atau membayar, tapi kini bisa dengan kartu elektronik, dan bahkan yang terbaru saat ini yang tengah BI sosialisasikan adalah QIRS," terang Asral.

"Untuk QIRS yang baru ini, selain belanja di kantin-kantin, juga bisa dipergunakan untuk membayar infaq," lanjutnya.

Pembayaran non tunai yang pertama disebutkan Asral adalah non tunai berbasis chip, yang merupakan alat pembayaran yang terbuat dari plastik dan didalamnya terdapat chip. Contohnya, BRI dengan produk Brizzi, BCA dengan produk BCA flash, dan produk lainnya.

"Untuk uang elektronik yang ini pembayaran yang dapat dilakukan dibatasi jumlahnya. Maksimal hanya Rp 2 juta per kartunya," terang dia.

"Dan menggunakan PIN, jadi dikhawatirkan jika hilang maka akan dapat banyak kerugian. Ibaratnya ini dompet, kalau dompet hilang ya hilang semua uangnya, karena siapapun bisa memakainya," ujar Asral.

"Selain itu kartu non tunai tadi itu, jenisnya non tunai yang berbasis server. Contohnya seperti OVO, Gopay, Dana, Sakuku, dan lainnya. Ini bisa di download aplikasinya melalui ponsel pintar atau smartphone," terang Asral lagi.

"Top up-nya pun gampang, tinggal pakai mobile banking saja. Inilah hebatnya teknologi sekarang, kita semakin mudah. Cara bayarnya juga gampang, hanya pindai scan barcode karena dia sudah terhubung dengan kamera handphone," lanjut keterangannya.

"Baru-baru ini, sebagai contoh, bisa memberikan infaq atau sumbangan kepada masjid melalui aplikasi. Jadi sangat mudah. Tinggal scan barcode, kemudian masukkan angkanya, kemudian uang secara otomatis masuk ke rekening penerima. Dan jumlahnya juga bisa Rp 1 untuk jenis smartphone tertentu," terang dia.

Santri dan santriwati Al Ihsan Boarding School terlihat serius dan tertarik dengan apa yang disosialisasikan BI Riau tentang QIRS. Terlihat mereka sudah mulai melakukan penggunaan QIRS yang dipaparkan BI Riau.

 

 





Loading...