Monday, 06 Apr 2020

Warga Arab Saudi Rayakan Perayaan Hari Valentine Secara Terang-terangan

news24xx


Istimewa.Istimewa.

NEWS24.CO.ID - Penduduk di negara Arab Saudi mulai secara terang-terangan merayakan hari valentine pada Jumat, 14 Februari kemarin. Hai ini dilakukan setelah mendapat terobosan dari mantan Presiden CPVPV, Sheikh Ahmed Qasim Al-Ghamdi.

Al-Ghamdi mengklaim bahwa Hari Valentine tidak bertentangan dengan ajaran atau doktrin Islam. Hari valentine bukanlah sesuatu yang haram lantaran merayakan cinta adalah hal yang universal dan tidak terbatas pada non-Muslim.

"Merayakan Hari Valentine tidak bertentangan dengan ajaran Islam karena itu adalah masalah sosial yang duniawi seperti merayakan Hari Nasional dan Hari Ibu," ujar Al-Ghamdi, dilansir dari Insider (15/2/2020).

Sejak pernyataan yang dilontarkan oleh Al-Ghamdi tersebut, Riyadh mulai tampak santai dengan aturan ketat perayaan Hari Valentine. Sejak itu, tradisi panjang polisi agama Arab Saudi yang menyisir kota dengan menyita mawar, boneka beruang, hingga simbol hatipun perlahan-lahan mulai berhenti.

Arab News pada Kamis (13/2) menuliskan bagaimana wajah Arab Saudi saat ini dipenuhi dengan simbol hati serta bunga di berbagai penjuru negeri. Dan warga Arab Saudi justru dilaporkan mulai dengan segala kebutuhan untuk Hari Kasih Sayang tersebut.

Tidak hanya itu, penduduk Arab Saudi rupanya juga sudah mulai terang-terangan untuk membeli hadiah-hadiah manis khas Valentine, seperti bunga, balon, atau boneka beruang.

Dengan terbukanya warga Arab Saudi dengan Hari Valentine, rupa Kerajaan ini perlahan-lahan mulai berubah. Perubahan pada masyarakat inipun seperti didukung oleh berbagai kebijakan pembaharuan dari Pangeran Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MBS).

Tidak hanya longgar dalam Valentine, di bawah kepemimpinan MBS, kini Arab Saudi juga telah memberi berbagai celah dalam aspek sosial, seperti mengizinkan wanita mengendarai mobil sendiri, melegalkan konser musik serta bioskop, hingga memperbolehkan pasangan asing yang belum menikah untuk menyewa kamar hotel bersama

Sebelumnya, para pedagang yang menjual bunga dan pembuat manisan di Arab Saudi biasa main kucing-kucingan dengan para petugas polisi agama. Khawatir ditangkap, para penjual inipun biasa menyembunyikan berbagai dagangan pernak-pernik Hari Valentine.

Takut dengan lembaga keagaamaan Arab Saudi yakni Komisi untuk Promosi Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan (CPVPV), para pemilik restoran sampai terpaksa melarang perayaan ulang tahun atau selebrasi tahunan pernikahan jika bertepatan pada tanggal 14 Februari.

 





Loading...