Monday, 17 Feb 2020

Warung Wakaf Andini Resmi Beroperasi, Ini Penjelasan Tentang Warung Wakaf dari ACT dan Global Wakaf

news24xx


Berfoto bersama usai peresmian Warung Wakaf Andini pada Jumat (14/2/2020), (ka-ki) Ronio Romantika dari Global Wakaf, Hotman Razali Pimpinan ACT Riau, Andini, Ayat Cahyadi Wakil Walikota Pekanbaru, dan perwakilan dari PT Hydro.Berfoto bersama usai peresmian Warung Wakaf Andini pada Jumat (14/2/2020), (ka-ki) Ronio Romantika dari Global Wakaf, Hotman Razali Pimpinan ACT Riau, Andini, Ayat Cahyadi Wakil Walikota Pekanbaru, dan perwakilan dari PT Hydro.

NEWS24.CO.ID,PEKANBARU - Global Wakaf bersama Aksi Cepat Tanggap (ACT) Riau berikhtiar melaksanakan program warung wakaf. Dan untuk pertama kalinya di Riau, warung wakaf resmi beroperasi mulai hari ini, Jumat, 14 Februari 2020, dengan nama Warung Wakaf Andini.

Warung wakaf Andini ini berlokasi di Jalan Kuantan I Kelurahan Sekip, Kecamatan Limapuluh, Pekanbaru, Riau. Peresmiannya langsung dilakukan Wakil Walikota Pekanbaru H Ayat Cahyadi S.Si.

Turut hadir dalam peresmian, Perwakilan BNI Syariah, Bank Mandiri Syariah, BTN Syariah, Bank Riau Kepri, PA 212 Pekanbaru dan Riau, pejabat Kelurahan Sekip dan Kecamatan Limapuluh, masyarakat sekitar Warung Wakaf Andini, serta tamu undangan lainnya. 

Dalam sambutannya, pimpinan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Riau, Hotman Razali, menjelaskan dengan adanya warung wakaf ini tentu tidak hanya memberikan pemahaman lebih banyak tentang wakaf namun juga yang secara tidak langsung membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan.

"ACT di Riau telah berjalan selama lima tahun, Alhamdulillah, kini ACT di Riau telah mulai dapat mendirikan warung wakaf. Ini perdana di pulau Sumatera dan di luar pulau Jawa," kata Hotman.

"Warung wakaf ini dinamai Warung Wakaf Andini. Untuk diketahui, Andini ini merupakan anak yang berusia 14 tahun memiliki dua orang adik yang masih kecil. Mereka yatim piatu," kata Hotman lagi.

"Sesuai program ACT dan Global Wakaf, ini adalah sebagai wujud wakaf produktif untuk kemaslahatan umat," sebut Hotman.

Hotman juga menjelaskan bentuk wakaf lainnya yang ada dalam program ACT, yakni sumur wakaf yang sudah banyak dibangun ACT yang tersebar diberbagai wilayah di Riau.

"Setelah sumur wakaf, kini ada warung wakaf. Dan Insya Allah, akan dikembangkan lagi untuk di luar pulau Jawa, yakni lumbung ternak wakaf. Ini untuk hewan qurban yang nantinya akan disembelih untuk kemaslahatan. Trus, ada program lain lagi, yakni lumbung ternak, ini merupakan pemberdayaan masyarakat dalam mengelola hewan ternak. Dan yang saat ini ada di Jawa, lumbung ternak yang beroperasi telah mempekerjakan lebih dari 300 orang," dijelaskan Hotman.

"Kemudian, ada juga lumbung pangan wakaf, tapi saat ini masih baru ada di daerah pulau Jawa," lanjut Hotman.

"Untuk di Riau, ACT masih dalam tahap survei tempat. Kemungkinan akan didirikan di Siak untuk lumbung ternak wakaf," ungkapnya.

Lebih lanjut, Hotman berencana akan mengembangkan perwakilan ACT selain di Pekanbaru. Adapun nantinya ACT akan didirikan di wilayah Siak, Rengat, dan Dumai.

"Dengan adanya ACT di Pekanbaru dan kota-kota lainnya di Riau, ACT akan dapat mendirikan warung-warung wakaf lainnya. Setidaknya target ACT, ada sebanyak 50 warung wakaf yang berdiri di Riau," pungkas Hotman.


Ronio Romantika, selaku Perwakilan Global Wakaf dari ACT Pusat dan sekaligus sebagai pimpinan ACT wilayah Sumatera dalam sambutannya menyebutkan ACT di Indonesia telah berdiri selama 15 tahun. 

"Sejak ACT hadir pertama kali di Indonesia, kini sudah terdapat lebih dari 500 outlet warung wakaf. Hanya saja ini baru tersebar di pulau Jawa. Jadi warung wakaf Andini ini merupakan yang pertama di luar pulau Jawa," ungkap Ronio.

Ronio menjelaskan warung wakaf ini dikelola oleh Global Wakaf dan untuk mensupplay barang-barang yang ada di warung wakaf adalah dari PT Hydro yang juga merupakan sub dari Global Islamic Pilantropy.

"Dalam Global Islamic Pilantropy atau GIP ini ada ACT, Global Wakaf, dan PT Hydro. Untuk barang-barang di warung wakaf merupakan barang-barang yang diisi oleh PT Hydro. Global Wakaf di bawah naungan GIP, dan dan programnya dibawah ACT. Global wakaf sudah punya izin baik usaha maupun barang, jadi barang-barang yang diperjualkan di warung wakaf ini sudah masuk ppn atau pajak yang nantinya diserahkan kepada pemerintah daerah setempat," jelas Ronio.

"Jadi, Hydro untuk mensupport barang, sedangkan Global Wakaf yang mengelolanya, dan hasilnya diserahkan ke penerima wakaf, dan untuk warung wakaf yang saat ini adalah Andini," jelas Ronio.

"Untuk konsep warung wakaf ini, wakafnya tidak hilang. Setiap yang berbelanja di warung wakaf, hasil seluruhnya jual beli di warung wakaf Andini ini adalah untuk kehidupan Andini. Jadi belanja di toko Andini ini sama halnya dengan berwakaf," jelas Ronio lagi.

"Dengan program pemberdayaan seperti ini, bersama-sama kita menaikkan perekonomian masyarakat," jelasnya.

Lebih lanjut, dalam pantauan news24.co.id di lapangan, warung wakaf Andini tidak menjual rokok, alat kontrasepsi, dan produk-produk non halal.

Selain itu, warung wakaf Andini akan tutup setiap masuk waktu salat selama 15 menit.

"Warung wakaf Andini ini akan menjadi model dan contoh bagi kita. Ini konsepnya warung modern. Dan nantinya akan dikembangkan lagi untuk produk-produk yang layak dan untuk kebutuhan," pungkas Ronio.

Tidak lupa Ronio mengajak masyarakat di sekitar untuk bersama-sama dalam pengelolaan warung wakaf sebagai bentuk wakaf yang diberikan kepada Andini.

Lebih lanjut, sebelum pengguntingan pita sebagai pembukanya operasional warung wakaf Andini, ACT Riau bersama Global Wakaf dan diwakilkan oleh Wakil Walikota Pekanbaru memberikan bantuan kepada 20 anak yatim yang diajak pejabat di daerah sekitar warung wakaf Andini. Bantuan berupa bahan pangan dan voucher belanja.





Loading...