Tuesday, 07 Apr 2020

Gajah Puan Ditemukan Mati, Hasil Nekropsi Diduga Karena Gangguan Pencernaan

news24xx


Gajah Puan Ditemukan Mati, Hasil Nekropsi Diduga Karena Gangguan PencernaanGajah Puan Ditemukan Mati, Hasil Nekropsi Diduga Karena Gangguan Pencernaan

NEWS24.CO.ID,PEKANBARU - Kabar duka kembali datang dari BBKSDA Riau. Diinfokan seekor gajah kembali mati di Pusat Pelatihan Gajah Riau di Minas, pada hari ini, Jumat, 14 Februari 2020.

Kematian satwa jenis gajah atau Elephas maximus Sumatrensis ini, dibenarkan oleh Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Suharyono.

"Terjadi pelemahan fisik dari satwa yang dilindungi tersebut. Gajah yang bernama Puan , sekira pukul 06.00 Wib pada hari ini, Jumat, 14 Februari akhirnya mati," ungkap Suharyono saat konferensi pers kepada awak media news24.co.id, Jumat (14/2).

Dalam kesempatan itu juga, Kepala Bidang KSDA Wilayah II, Heru Sutmantoro memaparkan kronologis yang terjadi pada Gajah Puan.

"Awalnya, pada tanggal 16 Desember 2019, Tim Resque Balai Besar KSDA Riau bersama Yayasan TNTN dan PT. RPI berhasil mengevakuasi seekor Gajah Sumatera betina yang terjerat di lokasi HTI PT. Rimba Peranap Indah (RPI) di Desa Pandan Wangi, Kecamatan Peranap, Kabupaten Inhu. Gajah berusia ± 3 bulan yang diberi nama Puan Pandan Wangi telah ditinggalkan kelompoknya dan terlihat terluka cukup dalam sehingga membutuhkan perawatan medis intensif di Pusat 
Latihan Gajah Riau di Minas," cerita Heru.

"Memasuki pertengahan bulan Februari, kondisi Puan mengalami penurunan minum susu, dan puncaknya pada 
tanggal 13 Februari 2020. Tim medis Balai Besar KSDA Riau kembali melakukan pengobatan untuk mengembalikan kondisi Gajah Puan dengan pemberian cairan infus serta Vitamin untuk suporting kondisi tubuhnya," masih diceritakan Heru.

"Jumat dini hari, 14 Februari 2020 kondisi Gajah Puan mengalami penurunan menjadi lemah dan tidak mau minum susu. Pada pukul 06.00 WIB Gajah Puan ditemukan telah mati," lanjutnya.

Kemudian, Tim medis, segera melakukan nekropsi pada Jumat, 14 Februari 2020, pukul 11.30 sampai 13.30 WIB oleh Drh. Dhanang, dengan paramedis Aswar Hadhibina dan Fitrayati. 

Adapun hasil nekropsi tersebut adalah berat badan Gajah Puan ± 101 kg, dan melihat perubahan pada organ (patologi anatomi), penyebab kematian diduga karena gangguan pencernaan sehingga penyerapan nutrisi terganggu.

Kemudian setelah dilakukan nekropsi, bangkai Gajah Puan dikubur di sekitar lokasi Pusat Latihan Gajah Riau di Minas pada hari ini, Jumat, 14 Februari 2020.

 





Loading...