Monday, 09 Dec 2019

Dihargai Rp 18.000 per Meter, Akhirnya Gubernur Riau Turun Tangan Untuk Berikan Ganti Rugi Yang Sesuai

news24xx


Warga di Kandis yang kecewa dam protes atas ganti rugi yang tidak sesuai untuk pembangunan jalan Tol Pekanbaru-Dumai.Warga di Kandis yang kecewa dam protes atas ganti rugi yang tidak sesuai untuk pembangunan jalan Tol Pekanbaru-Dumai.

NEWS24.CO.ID,KANDIS - Menanggapi permasalahan yang dialami warga di Kandis, Kabupaten Siak beberapa waktu lalu, Gubernur Riau Syamsuar langsung mengambil sikap. Pasalnya, tanah yang dimilikinya diganti rugi oleh pemerintah daerah hanya sebesar Rp 18.000 per meternya untuk pembebasan lahan guna dibangunnya jalan Tol Pekanbaru-Dumai.

Gubernur Riau Syamsuar mengaku akan melakukan pengecekan terkait informasi soal harga ganti rugi lahan yang tidak sesuai tersebut.

Mengenai permasalahan ganti rugi lahan di daerah Kandis, Gubri Syamsuar mengaku, Pemerintah Provinsi Riau sudah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak berwenang termasuk pemerintah pusat.

Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Yan Prana Jaya yang ditugaskan mengkonfirmasi terkait harga ganti lahan milik warga Rp18.000 per meter mengatakan akan melihat secara rinci apa yang terjadi di sana. 

"Nanti saya tanyakan ke pihak PU (Prasarana Umum) dan instansi terkait mengenai harga ganti rugi di Kandis itu," ucap Sekdaprov Riau Yan Prana. 

Dikatakanna, ibu Eseleng Lewa akan mendapatkan ganti rugi yang sesuai.

Sebelumnya, sempat viral di media, seorang ibu menangis meminta tolong kepada bapak Presiden jokowi dikarnakan ibu tersebut merasa tidak wajar atas pembayaran lahan sawit yang mereka miliki 5 hektar dengan harga 18.000 per meter bersertifikat tanah saya tidak bernilai, kejadian Berlokasi Kandis Kabupaten Siak.

Dia sedih karena lahan milik warga lain yang juga terkena proyek tol Pekanbaru-Dumai ada yang dibayar hingga Rp 253 ribu per meter.

Ibu itu mengatakan, "Saya tidak menuntut banyak apa yang di putuskan oleh pengadilan siak berikan hak saya, tapi kenyataan pembohong."

Ia mengharapkan kepada bapak Jokowi untuk memperhatikan masyarakat Kandis ini.

Ibu itu menyebutkan harga tanah di Kandis Kabupaten Siak lebih mahal tempe dan lebih mahal bakso.

Bahkan ia juga sudah melakukan segala upaya. Dan masyarakat tidak pernah di ajak mufakat. Bahkan pihak pihak mereka langsung menetukan harga tanah. Dan jika tidak setuju, maka dapat mengajukan kepada pengadilan.

Lahan miliknya tersebut telah ditanami sawit, dan tengah dieksekusi untuk dirobohkan dengan menggunakan alat berat.

 





Loading...