Monday, 18 Nov 2019

Sekdaprov Riau Sebut Pelaku Karhutla Riau Bukan KTP Asal Riau

news24xx


Wilayah Tesso Nilo yang terbakar. (Ist).Wilayah Tesso Nilo yang terbakar. (Ist).

NEWS24.CO.ID,PEKANBARU - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Provinsi Riau telah terjadi lebih dari tiga bulan. Selain mengakibatkan kabut asap, hutan dan lahan di Riau juga berkurang luasnya, bahkan populasi hewan liar juga berkurang.

Hingga sejauh ini, pelaku penyebab terjadinya karhutla masih terus dicari petugas yang berwenang. 

Pada Kamis (7/11/2019) kemarin, melalui laman Media Center Pemprov Riau, menyebutkan dari keterangan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau Ahmad Syah Harrofie, bahwa pelaku kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau bukan penduduk asal Riau.

Ahmad Syah mengatakan telah tertangkapnya beberapa pelaku karhutla di Riau. Kebanyakan pelaku memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) di luar Provinsi Riau dengan berbagai alasan tinggal di Riau.

"Kita belum bisa memastikan hutan dan lahan di Riau ini terbakar atau dibakar. Tapi dari temuan, ada salah satu indikator kecurigaan adanya orang-orang yang dibayar dalam terjadinya karhutla," ujar Ahmad Syah, saat menghadiri rapat bersama Komisi IV DPR RI, di ruang rapat Kenanga Kantor Gubernur Riau, Kamis (07/11)

"Ada yang kita temukan di lapangan, usai membakar lahan kemudian lari pas tertangkap ternyata bukan orang Riau, KTPnya dari luar daerah," kata dia.

Ia menjelaskan bahwa sudah beberapa kali diberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak membakar lahan, namun faktanya bukan masyarakat Riau yang melakukan pembakaran. 

"Jadi seolah tidak nyambung, masyarakat kita selalu diedukasi sementara yang melakukan diluar dari Riau," ucapnya.

Untuk wilayah Kabupaten Pelalawan, yakni Taman Nasional Tesso Nilo yang merupakan kawasan konservasi SDA Riau sempat ditemukan adanya alat berat ilegal yang bekerja di kawasan tersebut.

"Kawasan Tesso Nilo di Pelalawan, telah ada pelaku yang ditangkap petugas. Dan pelaku tengah diproses secara hukum yang berlaku. Ini dirusak oleh orang asing," ungkap dia.

Lebih lanjut, ia menegaskan untuk ke depannya kasus karhutla akan menjadi perhatian Pemprov Riau. "Ini menjadi perhatian, apalagi adanya temuan-temuan campur tangan masyarakat luar dalam kerusakan lingkungan di Riau. Akan kita tindak secara tegas. Akan dilakukan penertiban administrasi agar lebih baik lagi," tegasnya.

 





Loading...