Monday, 18 Nov 2019

Ekonomi Global Melambat, Bank Indonesia Tetap Optimistis

news24xx


Bank Indonesia tetap optimistis walaupun ekonomi global melambat.Bank Indonesia tetap optimistis walaupun ekonomi global melambat.

NEWS24.CO.ID - Pemerintah melalui Bank Indonesia memprediksi ekonomi di Indonesia tahun depan masih akan berat. Bahkan Dana Moneter Internasional (IMF) juga telah memangkas pertumbuhan ekonomi tahun ini hanya akan di tiga persen. Namun, Bank Indonesia (BI) tetap optimistis dengan ekonomi dalam negeri.

Untuk tahun 2020, disebutkan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Dody Budi Waluyo, bahwa ekonomi hanya akan tumbuh 3,4 persen dari sebelumnya 3,6 persen.

"Global menyebutnya terjadi sincronize global slowdown," ujar Dody Budi Waluyo, Jumat (8/11/2019), dari laman cnbcindonesiacom.

Pemicunya masih karena perang dagang atau trade war antara dua negara dengan ekonomi besar Amerika Serikat (AS) dan China.

Pelambatan ekonomi, berdasarkan proyeksi IMF, masih akan berlanjut di tahun depan. Pelambatan ekspor disertai permintaan lokal yang melandai menjadikan masalah ekonomi menjadi berat. Pelambatan ekspor membuat devisa ekspor juga terpangkas.

"Ekspor yang turun sulit digantikan dengan permintaan, Pasalnya korelasi keduanya sangat kuat, termasuk di Indonesia," kata Dody.

Korelasi tak kuat antara ekspor dan permintaan hanya terjadi di India karena produksi digunakan untuk memenuhi permintaan masyarakat.

Kombinasi pelambatan ekspor dan demand yang turun dengan ditandai dengan inflasi yang lambat membuat stance kebijakan pun akan berubah.

"Dari sebelumnya kebijakan slower (PDB) for lower (suku bunga) berubah menjadi lower for longer, bahkan bisa lower for permanent," sebut Dody.

"Dalam kondisi suku bunga rendah yang terjadi di banyak negara membuat pemilik hot money akan mencari imbal hasil obligasi di negara yang masih tinggi. Salah satunya di emerging market jika yield yang ditawarkan bagus," ujar Dody.

Dikatakan Dody, BI akan terus berhati-hati dalam membuat kebijakan suku bunga. Jika sesuai rencana, BI akan mengadakan rapat Dewan Gubernur BI pada 20 dan 21 November 2019 nanti.

Menurut Dody, mesin pertumbuhan ekonomi tahun depan masih akan lambat. Hanya saja, kebijakan akomodatif bank sentral dengan memangkas suku bunga sampai 100 bps di 2019 akan terakselerasi di tahun depan.

Dengan kondisi seperti itu, BI memproyeksikan ekonomi tahun ini akan tumbuh di kisaran 5,05 persen sepanjang tahun 2019 dan tahun 2020 akan di 5,3 persen.

"Kami masih tetap optimistis dengan ekonomi kita," tegas Dody.

 





Loading...