Monday, 18 Nov 2019

Jokowi ingin Ganti Istilah Radikalisme menjadi Manipulator Agama

news24xx


Presiden Joko Widodo. Presiden Joko Widodo.

NEWS24.CO.ID - Untuk mencegah meluasnya gerakan yang kerap disebut radikalisme, Presiden Joko Widodo meminta kepada seluruh jajarannya untuk menggantinya dengan label manipulator agama.

"Harus ada yang serius untuk mencegah meluasnya, dengan apa yang sekarang ini banyak disebut tentang radikalisme," kata Jokowi, dalam rapat terbatas dengan program Penyampaian Program dan Kegiatan di Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, di Kantor Presiden, Kamis (31/10).

"Mungkin ada ide lain, apakah ada istilah lain yang bisa digunakan seperti manipulator agama ini," ucap Jokowi.

Selain itu, Jokowi juga telah mengkoordinasikan dengan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD dalam penyelesaian masalah itu. 

Dalam rapat itu, selain beberapa menteri yang hadir, juga turut serta Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Kepala BIN Budi Gunawan, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, hingga Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Jika radikalisme, pemerintah berulang kali ingin membatalkan dan menanggulanginya. Terkait dengan kabinet baru hasil Pemilu 2019, Kabinet Indonesia Maju.





Loading...