Monday, 06 Apr 2020

Lima Orang Sadis Pembacok Polisi di Bogor Akhirnya Tertangkap

news24xx


ilustrasiilustrasi

NEWS24.CO.ID - Polisi menangkap lima orang pelaku pembacokan anggota polisi di Ciseeng, Kabupaten Bogor. Kelima pelaku tersebut berinisial YA (39), HE (25), MHP (28), ABD (23), dan SP (35). Kelimanya ditangkap tim dari Polres Bogor di daerah Garut, Jawa Barat, pada Minggu, 29 September 2019.

Dikutip dari Detik.com, Selasa (1/10), Kapolres Bogor AKBP Muhammad Joni mengatakan, setelah diperiksa, ternyata masing-masing pelaku memiliki peran yang berbeda saat melancarkan aksinya. Mereka membacok seorang anggota Polsek  Parung Bripka Ade pada 20 September lalu.

Joni menyebut YA merupakan pelaku yang membacok Bripka Ade, sedangkan SP menyiramkan bensin. Sedangkan HE yang mempersiapkan alat, seperti golok, lalu MHP melakukan pengejaran dengan celurit, dan ABD yang memboncengkan YA.

Barang Bukti Senjata Tajam

Barang bukti yang disita polisi mulai golok, celurit, pecahan asbes, potongan kayu, botol bekas berisi bensin, serta baju yang dikenakan Bripka Ade. Kelima pelaku itu dijerat dengan Pasal 170 KUHP dan/atau Pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Kejadian Saat Ormas Bergesekan

Peristiwa pembacokan itu terjadi pada Jumat, 20 September, ketika Bripka Ade bertugas melakukan pemantauan di Ciseeng, Parung, Kabupaten Bogor. Lokasi yang dipantau Bripka Ade merupakan lokasi terjadinya gesekan (perkelahian) antara ormas Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar Banten (BPPKB) dan Forum Betawi Rempug (FBR). Namun saat itu gesekan itu sudah selesai dan kedua ormas sudah sepakat damai.

Tiba-tiba sekelompok orang menyerang Bripka Ade, yang mengendarai sepeda motor. Akibatnya, leher bagian belakang Bripka Ade terluka akibat dibacok. Namun saat ini kondisi Bripka Ade sudah membaik.

Bripka Ade Sudah Membaik

Kapolres AKBP Muhammad Joni menyatakan bahwa kondisi Bripka Ade sudah membaik setelah dilarikan ke rumah sakit. Saat ini, Bripka Ade masih di rawat. "Alhamdulillah kondisi korban sudah lebih baik sekarang ini," terang Joni. (GANP)





Loading...