Wednesday, 23 Oct 2019

Malaysia Tawarkan Diri Bantu Padamkan Karhutla di Sumatera dan Kalimantan, Seperti Waktu Lalu

news24xx


Karhutla yang terjadi di Sumatera. (Istimewa)Karhutla yang terjadi di Sumatera. (Istimewa)

NEWS24.CO.ID - Munculnya kabut asap dari Sumatera dan Kalimantan, membuat negara tetangga Indonesia terganggu, hal ini karena paparan kabut asapnya juga mengenai wilayah mereka, seperti Malaysia. 

Terkait hal itu, Malaysia mencoba untuk menawarkan diri dalam membantu Indonesia untuk lakukan pemadaman karhutla.

Menteri Energi, Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Lingkungan, dan Perubahan Iklim (MESTECC) Malaysia Yeo Bee Yin mengemukakan hal itu dalam pernyataan yang diunggah di akun Facebooknya pada Selasa (10/9/2019). Dia mengatakan, sekarang ada kebutuhan mendesak bagi Indonesia untuk mengatasi kebakaran di wilayahnya.

Sejak Senin (9/9/2019) pukul 16.00 WIB kemarin, dua lokasi di negara Malaysia yakni Kuching dan Sri Aman, ditemukan berada dalam kisaran yang sangat tidak sehat dari Indeks Pencemar Udara (API) sedangkan sembilan stasiun API lainnya di Sarawak dan Lembah Klang juga berada di kisaran yang tidak sehat.

Dari data yanh disebutkan, Kuching dan Sri Aman masing-masing mencatat 248 pada API, sementara Samarahan (199), Sarikei (154), Sibu (127), Miri (111) di Sarawak serta Batu Muda (101), Cheras (107), Johan Setia ( 150), Putrajaya (103) dan Nilai (107) di Lembah Klang berada dalam kisaran tidak sehat.

Di data API, sebanyak 12 titik api terdeteksi di Sarawak, 426 di Kalimantan dan 350 di Sumatera. 

"Karena itu urgensi sekarang bagi Indonesia untuk memadamkan api. Pemerintah Malaysia siap menawarkan segala bentuk bantuan untuk membantu Indonesia memadamkan kebakaran di Kalimantan dan Sumatera,” katanya.

Melihat sebelumnya, yakni pada tahun 1997 dalam sebuah kode operasi bernama Operasi Haze, Malaysia pernah mengirim petugas pemadam kebakaran untuk memerangi kebakaran yang berkobar di seluruh Sumatera dan Kalimantan.

Pada waktu itu, mereka menghabiskan 25 hari di provinsi-provinsi Indonesia untuk mengendalikan kebakaran yang puncaknya pada Agustus 1997 mencapai 37.983 titik api. 

Malaysia juga mengirim petugas pemadam kebakaran meskipun dalam jumlah yang lebih kecil pada tahun 2005 untuk memerangi kebakaran di Indonesia.

Indonesia awal bulan ini telah mengerahkan lebih dari 9.000 personel militer, polisi, dan PMK untuk memadamkan kebakaran, setelah mengumumkan keadaan darurat di enam provinsi di pulau Sumatera dan Kalimantan. 

Yeo Bee Yin mengatakan, MESTECC juga bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri untuk mengirim surat diplomatik kepada pemerintah Indonesia mengenai masalah ini.

“Duta Besar Malaysia untuk Indonesia dijadwalkan bertemu pemerintah Indonesia,” katanya. 

Panggilan juga akan diatur oleh utusan Malaysia setelah pertemuan untuk Yeo untuk berbicara dengan mitranya dari Indonesia guna menegaskan kembali urgensi untuk membawa api di wilayah Indonesia di bawah kendali.

“Pemerintah akan mengerahkan semua saluran diplomatik untuk meningkatkan urgensi kepada pemerintah Indonesia untuk bertindak atas kabut asap,” katanya. 

Yeo mengatakan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (NADMA) juga berkoordinasi dengan MESTECC (melalui MetMalaysia) dan Angkatan Udara Malaysia dan dipersiapkan untuk bantuan sementara di daerah yang dilanda bencana segera setelah situasi memungkinkan. 





Loading...
Related News