Saturday, 14 Dec 2019

Jamaah Haji Asal Inhil Riau Meninggal di Madinah Setelah Berada di Rumah Sakit

news24xx


Subli bin Muhammad (64) jamaah asal InhilSubli bin Muhammad (64) jamaah asal Inhil

NEWS24.CO.ID - Subli bin Muhammad (64) jamaah haji asal Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dikabarkan berpulang ke Rahmatullah setelah tiga hari berada di Madinah. Ia menghembuskan nafas terakhir pada hari Senin tanggal 15 Juli 2019 sekitar pukul 11.30 WAS atau 15.30 WIB di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan ditangani oleh tim KKHI.

"Informasi kami dapatkan dari Dr Aulia Tim medis kloter 3 BTH melalui sambungan telephone langsung via selluler, sekitar pukul 22.05 WIB bahwa dokter Dr Aulia terkejut dan tidak menyangka, jemaahnya meninggal secepat itu. Jadi keterangan dokter dari KKHI Subli meninggal karena pecahnya pembuluh darah ke otak," kata Kepala Bidang Penerimaan dan Pemberangkatan Embakarkasi Haji Antara (EHA) Riau, HM Samam pada Selasa (16/7/2019) yang dikutip dari informasi Kemenag Inhil.

Berbagai pertolongan telah dilakukan KKHI saat berada di Maktab, akan tetapi tensi almarhum telah mulai menurun. "TKHI sudah melakukan pemasangan infus, dan memasukkan obat spilingual di bawah lidah, Alhamdulillah tensinya turun jadi 180, tapi selama di perjalanan terjadi peningkatan tekanan darah dan kondisi pasien masih sadar, masih bisa ngomong, hanya memang separuh badan memang sudah lemas, separoh badannya yang sebelah kiri tidak bisa digerakkan bahkan ketika ditanya namanya pun masih bisa menjawab dan masih tahu namanya," cerita dia.


Sementara itu Dokter Aulia mengaku tidak menyangka jamaah meninggalnya secepat itu karena memang menurutnya tim TKHD tidak bisa mengontrol pasien setiap saat, makanya tim TKHD serahkan ke pihak rumah sakit. 

Namun menurut keterangan dari pihak keluarga, almarhum memang memiliki riwayat hipertensi dan diabetes sejak ditanah air. Bahkan kata pihak keluarga Almarhum Subli rutin minum obat. 

"Mungkin karena faktor kelelahan dan cuaca dll, kata keluarganya, sehingga terjadi peningkatan tekanan darah berlebihan sampai 240 jamaah tidak sadar lagi," ujar Dr Aulia.

Almarhum sebelumnya telah diberi tahu untuk perbanyak istirahat, akan tetapi aktifitas berat yang dilakukannya, seperti berkunjung melakukan ziarah membuat fisiknya melemah. Tingginya tensi diketahui lebih kurang mencapai 180 dan telah diberi obat hipertensi.

Setelah dikonfirmasi dari Ketua Kloter Khairunnas mengatakan jamaah beserta rombongan tersebut pun tidak ada melapor ke Ketua Kloter untuk pergi ziarah. Dan Aulia mengaku tidak mendapat informasi, jamaahnya pergi ziarah. Namun menurut pengakuan keluarga, almarhum pergi ziarah, hanya di bus saja tidak sampai keliling. "Saya sangat tidak menyangka sekitar dua hari setelah dirawat almarhum meninggal pukul 11.30 WAS di RS King Fadh atau 15.30 WIB," tutupnya.





Loading...
Related News