Wednesday, 17 Jul 2019

Pemerintah Siapkan Skema Khusus Untuk Investasi China

news24xx


Luhut Binsar PanjaitanLuhut Binsar Panjaitan

NEWS24.CO.ID - Pendanaan investasi China dalam program The Belt and Road Initiative atau Jalur Sutra modern direncanakan tidak mendapatkan jaminan dari pemerintah Indonesia. Karena Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengusulkan  pembentukan pendanaan khusus (special fund) ke Presiden China Xi Jinping pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Jepang. 

Hal itulah yang diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan pada Selasa (2/7/2019). Luhut menjelaskan, skema yang akan diambil adalah business to business (b to b). Agar beban utang pemerintah tidak semakin menggunung.

"Ini konteksnya tetap business to business (b to b). Jadi bagaimana mau buat dana murah tanpa menambah beban utang pemerintah," tegas Luhut.

Luhut menambahkan, Xi Jinping setuju dengan permintaan Jokowi. Dan sekarang Menteri Keuangan Sri Mulyani tengah menggodok skema yang tepat untuk mengimplementasikan keinginan Kepala Negara.

"Bu Sri Mulyani sedang kerjakan strukturnya, kami buat sehingga mudah nantinya," imbuh Luhut.

Luhut menjelaskan, bila investasi ini terealisasi maka akan menguntungkan pelaku usaha dalam negeri. "Kalau ini terjadi saya kira akan sangat membantu jumlah perputaran uang di Indonesia juga, karena kami berharap mungkin beberapa puluh miliar dari potensi investasi ini," ucap Luhut.

Menurut Deputi III Bidang Infrastruktur Kemenko Maritim Ridwan Djamaluddin, ada sembilan dari 30 proyek infrastruktur yang ditawarkan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) 2nd The Belt and Road Initiative dilirik oleh China. 

Selain itu, pemerintah China juga sepakat melakukan enam studi bersama di luar Pulau Jawa mengenai berbagai proyek infrastruktur, misalnya Taman Bunga di Danau Toba, Kawasan Industri Tanah Kuning, dan wisata Lembeh. 

Total nilai dari sembilan proyek dan enam studi bersama itu sebesar US$20 miliar atau setara dengan Rp280 triliun (kurs Rp14 ribu per dolar Amerika Serikat). Sementara itu, total nilai dari 30 proyek yang ditawarkan mencapai US$91,1 miliar atau Rp1.275,4 triliun. (Bisma Rizal)





Related News