Friday, 22 Nov 2019

Serikat Siswa Muslim Menolak Seruan Prabowo Untuk Kekuatan Rakyat

news24xx


IlustrasiIlustrasi

NEWS24.CO.ID - Sejumlah elemen mahasiswa, yang diprakarsai oleh Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia (SEMMI), menyerukan kepada masyarakat untuk menerima hasil Pemilu 2019 seperti yang diumumkan oleh KPU. Mereka juga mendesak publik untuk menolak seruan kekuasaan rakyat dengan kehilangan kandidat karena tuduhan bahwa pemilu itu curang.

"Kekuatan rakyat bukanlah jalan pintas untuk mencapai demokrasi. Ini adalah jalan yang dapat melukai demokrasi dan memecah belah bangsa," kata ketua SEMMI Bintang Bayu Saputra pada hari Rabu, 22 Mei.

SEMMI baru saja menyelenggarakan Simposium Kebangkitan Mahasiswa Nasional 2019 di Bogor, yang dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai bandar togel universitas dan organisasi mahasiswa, serta organisasi pemuda di wilayah Jabodetabek.

Bintang mengatakan bahwa ada sejumlah poin yang dihasilkan dari simposium terkait dengan situasi politik pasca pemilihan. Diantaranya adalah untuk menghormati keputusan yang dibuat oleh konstitusi dan mendorong rekonsiliasi.

 "Sebagai mahasiswa, kita berdiri di tengah ketika elit politik memecah belah bangsa," katanya.

Salah satu peserta simposium, Risky Fhafulhakim, mengatakan bahwa menyerukan kekuatan rakyat sebagai upaya untuk mendelegitimasi hasil pemilu adalah tindakan memecah belah kubu Prabowo-Sandi. Dia mengatakan bahwa jika ada yang tidak puas dengan hasilnya, cara yang tepat untuk protes adalah dengan pergi ke Mahkamah Konstitusi.

"Undang-undang menjamin kebebasan berpendapat, tetapi seharusnya tidak digunakan untuk menodai demokrasi dengan cara-cara yang tidak konstitusional. Jalan demokrasi yang sebenarnya adalah melalui konstitusi, yang kami sarankan," katanya.

 

 

 

NEWS24.CO.ID/RED





Loading...
Related News