Wednesday, 17 Jul 2019

Blue Bird Meluncurkan e-Taksi

news24xx


Foto : InternetFoto : Internet

NEWS24.CO.ID - Blue Bird meluncurkan taksi listrik (e-taksi) pertamanya di kantor pusat Blue Bird Group di Jakarta Selatan untuk memperingati Hari Bumi pada 22 April. Ditetapkan untuk melayani penumpang pada bulan Mei, e-taksi terdiri dari 25 BYD e6 A / T untuk Bluebird dan lima Tesla Model X 75D A / T untuk masing-masing layanan Silverbird kelas atas.

"Kedua mobil listrik diuji [untuk kualitas] di luar negeri dan mereka telah digunakan sebagai transportasi umum [juga]," kata direktur Blue Bird Adrianto Djokosoetono pada saat peluncuran. Dia menambahkan bahwa perusahaan telah menginvestasikan kurang dari Rp 40 miliar ($ 2.843.540) untuk 30 kendaraan listrik pertama dan infrastruktur pendukung. “Sebagai sebuah perusahaan, kita harus berani dalam memulai dan mencoba [menggunakan e-taxi], maka kita memahami hambatannya dan kita dapat memberikan saran kepada pemerintah tentang lisensi, anggaran, dan stasiun pengisian.”

Untuk saat ini, taksi elektronik hanya dapat dikenakan biaya di stasiun pengisian kendaraan listrik di kantor pusat Blue Bird. Perusahaan telah memasang 11 stasiun pengisian daya dan berencana untuk menambah dua hingga tiga stasiun di depan gedung, yang akan dibuka untuk umum. E-taksi membutuhkan waktu satu hingga dua jam untuk terisi penuh dengan jarak tempuh 340 hingga 400 kilometer. Adrianto mengatakan sudah lebih dari cukup untuk beroperasi setiap hari di Jabodetabek.

“Kami yakin bahwa kami memiliki kompetensi untuk mempertahankan mobil listrik. Kami memiliki fasilitas, mekanik yang terlatih khusus. [...] Kami menempatkan stasiun pengisian daya di sini, oleh karena itu kami dapat mengawasi mereka dan memastikan mereka mengikuti standar keselamatan dan keamanan, ”kata Adrianto.

Sementara itu, pengemudi Blue Bird Achmad Mukti mengatakan perusahaan telah memilih driver untuk mengoperasikan e-taksi. "Tapi kita harus kembali ke kendaraan ke stasiun pengisian jika daya mobil di 25 persen," kata Achmad, yang telah bekerja di perusahaan selama enam tahun.

Tarif e-taxi dikatakan mirip dengan yang ada. Taksi Bluebird reguler, misalnya, memiliki tingkat penurunan bendera sebesar Rp 6.500 (46 sen AS) dan Rp 4.100 (29 sen AS) per km.

Selain itu, perusahaan percaya bahwa e-taksi akan dapat menurunkan penggunaan bahan bakar dan emisi gas bola jalan.

Meskipun Blue Bird hanya memiliki 30 taksi listrik untuk saat ini, perusahaan bertujuan untuk mengoperasikan 200 taksi-e pada tahun 2020, bertujuan untuk menghilangkan 434.095 kilogram emisi CO2 atau 1,89 juta liter konsumsi bahan bakar. Selanjutnya, dengan menambahkan 2.000 e-taksi dari tahun 2020 hingga 2025, jumlah tersebut diharapkan dapat mengurangi 21.704.760 kg emisi CO2, setara dengan konsumsi bahan bakar 94,90 juta liter.

 

 

 

NEWS24.CO.ID/RED/DEV