Monday, 25 Mar 2019

Tahun 2030, Indonesia Butuh 17 Juta Pekerja Dalam Ekonomi Digital

news24xx


Airlangga Hartarto Airlangga Hartarto

NEWS24.CO.ID -  Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa Indonesia akan membutuhkan sebanyak 17 juta pekerja di sektor ekonomi digital pada tahun 2030. Empat persen dari angka tersebut, ia uraikan, akan bekerja di sektor manufaktur dan sisanya di industri jasa.

"Kami telah melihat beberapa perusahaan yang memiliki tatanan global mencari negara baru, dan mereka menganggap Indonesia sebagai negara yang menjanjikan," kata Airlangga pada Selasa, 12 Maret, dalam acara Wisuda Akademi Pengembang Apple di LOT 9, Green Office Park, BSD City, Tangerang.

Menurut Airlangga, total 30 juta orang Indonesia menggunakan layanan e-commerce, dan bahwa pertumbuhan pasar diproyeksikan naik dari USD 8 miliar atau Rp114,2 triliun menjadi USD 20 miliar atau Rp285,4 triliun pada 2022.

“Saya juga mengatakan kepada Apple untuk membangun lebih banyak kampus di Indonesia. Mereka hanya punya tiga sekarang, di sini BSD, Batam, dan Surabaya. Indonesia memiliki pasar yang sangat besar sehingga kami meminta mereka untuk membangun lebih banyak kampus, ”kata menteri.

Airlangga mencatat bahwa kehadiran lembaga pendidikan yang dibangun oleh perusahaan internasional seperti Apple akan meningkatkan keterampilan dan persaingan pekerja digital Indonesia.

“Baru-baru ini, produsen ban Michelin mengembangkan bisnisnya di Indonesia melalui akuisisi. Ia memilih untuk memproduksi ban di dalam negeri, bukan dengan cara organik tetapi akuisisi. Itu adalah kesempatan untuk meningkatkan industri ini, ”jelas Airlangga.

"Oleh karena itu, saya berharap lulusan Apple Developer Academy dapat merebut pasar ekonomi digital dan mengembangkan pasar ekspor dengan menginovasi produk-produk bernilai tambah," katanya.

 

 

NEWS24.CO.ID/RED/DEV