Saturday, 25 May 2019

BMKG : Gempa Selat Sunda Berkekuatan 8,7 Tidak Akan Menyebabkan Tsunami di Jakarta

news24xx


IlustrasiIlustrasi

NEWS24.CO.ID - Jakarta tidak akan terkena tsunami bahkan jika gempa berkekuatan 8,7 akan terjadi di Selat Sunda, kata Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kepala divisi gempa dan tsunami BMKG Rahmat Triyono mengatakan prediksi tersebut didasarkan pada model yang dikembangkan oleh badan tersebut.

"Berdasarkan semua [model] bahkan gempa berkekuatan 8,7 di Selat Sunda tidak akan terlalu signifikan untuk Jakarta," kata Rahmat pada hari Kamis, lapor kompas.com.

Dia mengatakan bahwa bahkan jika gempa berkekuatan 8,7 skala Richter terjadi di Selat Sunda, gelombang di lepas pantai Jakarta hanya akan setinggi puluhan sentimeter.

Namun, Jakarta bisa dilanda tsunami jika gempa dengan kekuatan lebih besar dari 8,7 terjadi di Selat Sunda. Rahmat menunjuk gempa bumi di Sendai, Jepang, pada 2011 sebagai contoh gempa bumi yang menentang prediksi dan merupakan yang terkuat yang pernah tercatat.

“Sebelumnya, gempa terkuat [di Sendai] tercatat 8,0 skala Richter, jadi tanggul laut 4 meter dibangun untuk gelombang setinggi 3 m. Tetapi gempa bumi [pada 2011] diukur 9,0 pada skala Richter, memecahkan rekor, ”katanya.

Rahmat mengatakan BMKG telah menjalankan model di Selat Sunda karena lempeng tektonik megathrust Sunda terletak di sana. BMKG telah membuat model untuk berbagai skenario berdasarkan pada kedalaman dan besarnya gempa yang mungkin terjadi.

"Kami telah menghitung 18.000 skenario berbeda [...]," kata Rahmat.

 

 

 

NEWS24.CO.ID/RED/DEV