Sunday, 16 Jun 2019

Sebanyak 12 Narapidana Dipindahkan Akibat Kerusuhan di Penjara Surakarta

news24xx


IlustrasiIlustrasi

NEWS24.CO.ID - Sebanyak dua belas tahanan dipindahkan dari penjara kelas I di Surakarta, Jawa Tengah, pada hari Kamis, menyusul kerusuhan yang melibatkan pengunjung dan tahanan.

Kerusuhan dimulai pada Kamis pagi, 10 Januari 2019 setelah 20 orang mengunjungi seorang napi bernama Ikhsan, seorang anggota organisasi massa yang dihukum karena memiliki senjata tajam. Para pejabat penjara mengatakan Ikhsan terlibat dalam perselisihan dengan narapidana lain karena bermain kartu.

Ketika mereka meninggalkan penjara, para pengunjung meneriakkan "Allahu Akbar" dan kemudian dibalas dengan ejekan oleh tahanan lain yang memiliki perselisihan dengan Ikhsan di Blok C1, yang menanggapi dengan membuat suara seperti binatang.

Para pengunjung kemudian memberi tahu anggota organisasi massa lainnya bahwa Ikhsan telah dihina oleh sesama narapidana, yang mendorong ratusan orang untuk berkumpul di pintu penjara dalam upaya untuk masuk. Pada saat yang sama, sekelompok tahanan pergi ke Block C1, dan dua kelompok narapidana mulai saling melempar batu.

Ratusan personel polisi dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dikerahkan untuk memadamkan kerusuhan sampai massa akhirnya bubar.

"Sampai sore ini, suasananya tenang dan kondusif. Insiden itu hanya karena kesalahpahaman antara tahanan," kata sipir penjara Kelas I Surakarta, Muhammad Ulin Nuha.

"Untuk mencegah ketegangan lebih lanjut, kami mengungsi dan memindahkan narapidana yang terlibat dalam kerusuhan ke Sragen dan Kedung Pane Semarang," lanjutnya. "Secara total, kami memindahkan 12 tahanan."

Wakil kepala Kepolisian Kota Surakarta Andi Rifai membenarkan bahwa kerusuhan telah terjadi, dan menambahkan bahwa situasi telah dikendalikan.

"Semuanya sudah ditekan, situasinya sekarang normal dan kondusif," kata Andi. "Warga jangan panik. Surakarta aman."

 

 

 

NEWS24.CO.ID/RED/DEV