Sunday, 16 Jun 2019

Seorang Pelajar Cantik Ditikam Hingga Tewas di Bogor, Pelakunya Sempat Terekam Kamera

news24xx


Siswi SMK Baranangsiang Bogor, Adriana Yubelia Noven Cahya   Siswi SMK Baranangsiang Bogor, Adriana Yubelia Noven Cahya

NEWS24.CO.ID - Seorang siswa ditemukan tewas dengan luka tusuk pada hari Selasa di jalur sempit di sebuah lingkungan perumahan di Jl. Riau di Kabupaten Bogor Timur, Jawa Barat. Kapolres Bogor Timur Kombes. Masudi Widodo mengidentifikasi korban sebagai Andriana Yubelia Noven Cahya Rejeki yang berusia 18 tahun, seorang siswa mode kelas dua di sekolah kejuruan Baranangsiang.

Masudi mengatakan, insiden itu terjadi sekitar pukul 3.55 sore pada Selasa, 8 Januari 2019, ketika korban yang masih mengenakan seragam sekolahnya, berjalan di sepanjang gang melewati masjid agung menuju rumah kosnya di Jl. Riau.

Berdasarkan rekaman, seorang pelajar laki-laki terlihat melintas tanpa mencurigai pelaku. Lalu pelaku bergerak ke arah atas, di saat bersamaan Yubelia muncul menuruni tangga jalan menuju Jalan Riau. Pelaku menghampiri korban yang mencoba menghindar ke tembok.

Pelaku terlihat mendorong korban hingga terjatuh, lalu kabur ke arah datangnya korban. Korban yang tadinya terduduk mencoba berdiri, lalu tumbang. Korban terlihat seperti menahan sakit, masih terbaring di undakan tangga.

"Dilihat dari rekaman CCTV, korban tampaknya pulang dari sekolah. Seorang pria tiba-tiba muncul, menikamnya dan kemudian melarikan diri ke Jl. Raya Pajajaran," kata warga setempat, Deki seperti dikutip oleh kompas.com

Juru bicara Kepolisian Bogor AKP/ Kawan Yuni Astuti mengatakan bahwa penduduk di daerah itu menemukan korban sekitar pukul 4 sore, berbaring telungkup dalam genangan darah. Kemudian pemeriksaan menemukan luka tusuk sepanjang 3 cm dan kedalaman 22 cm di sisi kiri dada korban.

Setelah menerima laporan dari penduduk terdekat di daerah itu, yang memiliki tingkat kejahatan tinggi, Walikota Bogor Bima Arya mengatakan ia akan memperketat keamanan lokal.

"Kami akan menjaga ketertiban [lokal] dengan berkoordinasi dengan para kepala unit masyarakat [RW] dan desa-desa dalam memasang lampu jalan dan mengelola akses kendaraan. Terminal [bus] terdekat juga akan dipantau," kata Bima.

Polisi melanjutkan penyelidikan mereka untuk mengidentifikasi si pembunuh.

 

 

 

NEWS24.CO.ID/RED/DEV