Sunday, 16 Dec 2018

Butuh Pengembangan, Batik dan Tenun Riau Bisa Tembus Pasar Internasional

news24xx


Pargelaran busana yang menggunakan bahan batik dan tenun Riau. Foto: int Pargelaran busana yang menggunakan bahan batik dan tenun Riau. Foto: int

NEWS24.CO.ID - PEKANBARU- Selain sumber daya alam, Provinsi Riau juga memiliki potensi di sektor lain. Khususnya batik dan tenun khas Melayu Riau. Kedua produk busana yang biasa diproduksi pelaku usaha kecil menengah (UMKM) ini, diyakini bisa menembus dan bersaing di pasar nasional hingga internasional. Untuk mencapai tujuan itu, butuhn pengembangan dan peningkatan di beberapa sisi.

Demikian terungkap dalam kegiatan talk show dan workshop Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Riau, Kamis 6 Desember 2018. Kegiatan itu mengambil tajuk Karya UMKM Riau Berwawasan Global.

Seperti dituturkan Kepala BI Perwakilan Riau, Siti Astiyah, kegiatan ini digelar sebagai bentuk perhatian BI Perwakilan Riau terhadap pelaku UMKM di Riau.

"Harapan kita, produktivitas pelaku UMKM di Riau, seperti batik dan tenun Riau ini, bisa meningkat. Hasilnya juga bisa mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional. Beberapa waktu lalu, hasil usaha mikro di Riau pernah diperkenalkan di Jakarta. Banyak yang tertarik hasil karya dari Riau, dan pada saat itu total yang terjual sebesar Rp 100 juta," ungkap Siti.

Dikatakan, untuk tahun ini, pihaknya memang memberikan perhatian lebih pada batik dan tenun Riau. Sebab, pihaknya menilai butuh pengembangan lagi, supaya kedua produk busana Riau ini bisa menjadi lebih baik lagi pada masa mendatang.

"Kita berikan juga bagaimana cara menambah wawasan dalam memproduksi tenun dan berbarengan dengan batik. Kita hadirkan narasumber-narasumber yang terkait yang telah sukses dalam hal batik dan tenun," terangnya.

Sementara itu, salah seorang narasumber, Yanti Tambunan, mengatakan, salah satu sektor yang harus diperhatikan produsen batik dan tenun Riau, adalah bagaimana membuat jaringan yang kuat, sehingga produksi batik dan tenun Riau bisa dipasarkan dengan baik.

"Seiring dengan kemajuan teknologi, semua teknis pemasaran harus ditempuh. Khususnya bagaimana menjual produk secar online. Selain praktis, dampaknya juga luar biasa. Ini yang harus diperhatikan para pelaku UMKM kita di Riau," terangnya.

Sementara narasumber lainnya, H Encik Amrun Salmon menambahkan, batin dan tenun Riau perlu dikembangkan lebih luas lagi. Karena selama ini, batik dan tenun Riau masih mengandalkan tiga warga yang menjadi ciri khasnya, yakni merah, kuning, dan hijau.

Sehingga bahan baku benang, yang merupakan bahan utama, masih berkisar pada tiga warna tersebut. "Ada baiknya dikembangkan lagi, tapi harus tetap mempertahankan ciri khas yang sudah ada," terangnya. ***

NEWS24.CO.ID/RED/SIS/NOF