Sunday, 16 Dec 2018

Seorang ABK Asal Indonesia Lolos Dari Penculikan Kelompok Abu Sayyaf Setelah Lari Berjam-jam

news24xx


Kelompok Abu Sayyaf di Filipina. Foto: int Kelompok Abu Sayyaf di Filipina. Foto: int

NEWS24.CO.ID - Usman Yunus (30) seorang anak buah kapal (ABK) asal Indonesia, berhasil kabur dari penculikan kelompok bersenjata Abu Sayyaf di Filipina. Ia berhasil kabur, setelah lari selama berjam-jam. Namun nasib berbeda dialami rekannya, Samsul Saguni. Hingga kini, ia masih ditawan kelompok yang bersembunyi di Kepulauan Sulu, Filipina. 

Seperti dilansir ABS-CBN, Kamis (6/12/2018), Samsul Saguni dan Usman Yunus sama-sama berasal dari Sulawesi Barat. Keduanya bekerja sebagai ABK di kapal penangkap ikan berbendera Malaysia, Dwi Jaya I. 

Keduanya diculik kelompok Abu Sayyaf saat sedang melaut, 11 September 2018 lalu. Kelompok Abu Sayyaf sempat menuntut tebusan sebesar 1,3 juta dolar Singapura atau setara Rp14,3 miliar untuk kedua ABK tersebut. 

Yunus kabarnya ditemukan agen intelijen dari gugus tugas Komando Mindanao Barat Angkatan Bersenjata Filipina di Desa Bual, Kota Luuk, Kepulauan Sulu. Sejauh ini, belum diketahui secara pasti, bagaimana Usman bisa lolos dari sekapan kelompok Abu Sayyaf. Namun menurut kabar, ia lari berjam-jam sebelum mencapai wilayah aman.

Menurut Juru Bicara Komando Mindanao Barat, Letnan Kolonel Gerry Besana, saat ditahan kelompok Abu Sayyaf, sebenarnya ada dua rekan Usman dan Saguni di kapal. Namun keduanya berhasil lolos karena masih sempat bersembunyi. 

Seperti dilansir dari cnnindonesia.com, begitu melihat Usman dalam kondisi yang kebingungan, pria itu langsung diamankan ke markas Satgas Terpadu Kepulauan Sulu. Setelah diperiksa kesehatannya, Yunus kemudian dibawa ke Kota Zamboanga.

Hingga saat ini, petugas dari gugutas tugas Komando Mindanao Barat, masih mencari keberadaan Saguni. ***

NEWS24.CO.ID/RED/SIS