Sunday, 16 Dec 2018

Meski Berumur 100 Tahun, Miliarder Ini Ngotot Tetap ke Kantor Setiap Hari

news24xx


Teo Siong Seng (left), executive chairman, and Chang Yun Chung, founder and chairman emeritus of Pacific International Lines.Teo Siong Seng (left), executive chairman, and Chang Yun Chung, founder and chairman emeritus of Pacific International Lines.

NEWS24.CO.ID - Meski memiliki uang dan harta yang banyak, miliarder tertua di dunia ini tidak memilih untuk hidup santai dan menikmati kekayaan yang telah dikumpulkan selama delapan dekade.

Bagi Chang Yun Chung, pendiri Pacific International Lines (PIL), tinggal di rumah dan hidup berleha-leha bukanlah pilihan. Meski telah menyerahkan operasional bisnisnya kepada putranya, Teo Siong Seng, awal tahun ini. Pria Singapura berusia 100 tahun ini tetap bersikeras pergi ke kantor setiap hari. "Ini kebiasaan saya," kata Chang seperti dilansir CNBC, Rabu (5/12/2018).

Sebagai Chairman Emeritus PIL - sebuah gelar yang menghormati kontribusinya pada perusahaan berusia 51 tahun itu - Chang mengatakan dia mengunjungi kantor pusat perusahaan Singapura setiap hari untuk menjalankan operasinya dan memeriksa setiap departemen.

"Setiap hari saya menuliskan semua kegiatan saya di buku harian saya, semuanya," kata Chang. "Setiap pimpinan departemen datang menemui saya."

Baginya, ini adalah cara menjaga pikirannya tetap aktif dan tetap berhubungan dengan perusahaan yang dia dirikan tahun 1967 dengan dua kapal bekas.

"Saya tidak bisa tinggal di rumah," kata Chang. "(Aku akan) sangat, sangat bosan."

Chang terus membimbing Teo saat dia mengambil tanggung jawab yang lebih besar untuk menjalankan salah satu dari 20 perusahaan pelayaran top dunia dengan 18.000 karyawannya.

Teo mengatakan dia berkonsultasi dengan ayahnya dua kali sehari - sekali di pagi hari dan satu kali setelah makan siang - untuk mendapatkan wawasannya dan belajar lebih banyak tentang gaya kepemimpinannya.

Pendampingan itu terbukti penting untuk Teo, khususnya yang berkaitan dengan mengelola amarahnya dalam situasi tekanan tinggi.

"Ketika saya masih muda, saya lebih pemarah, jadi saya lebih sebagai pemimpin yang keras," kata Teo.

"Tapi ayah saya mengajari saya satu hal, dalam bahasa Cina, itu 'yi de fu ren' - itu berarti Anda ingin orang-orang mematuhi Anda, bukan karena otoritas Anda, bukan karena kekuatan Anda, atau karena Anda galak, tetapi lebih karena integritas Anda, kualitas Anda, bahwa orang-orang benar-benar menghormati Anda dan mendengarkan Anda," pungkasnya. ***

 

 

N24ci/saut