Sunday, 16 Dec 2018

Kata Pakar Lingkungan, Tiga Faham Beracun Percepat Bencana Hampiri Riau

news24xx


DR ElviriadiDR Elviriadi

NEWS24.CO.ID - PEKANBARU - Sejumlah kawasan di Riau masih tergenangi banjir. Sebagian masyarakat yang menanti banjir surut, dibuat kecewa lantaran hujan turun lagi di malam hari. 

 

Pakar Lingkungan DR.Elviriadi  menerangkan, jenis hujan Zenithal berlangsung pada sore hingga malam hari tetapi kadang juga di pagi hari.

Ya, jenis hujan Zenithal di Riau ini agak berbeda dari biasanya, hal itu karena hawa panas sudah terkondensasi secara ekstrim.

Dosen Fapertapet UIN Suska itu menguraikan, anomali cuaca yang terjadi di indonesia tak jarang menimbulkan bencana alam. "Setidaknya terdapat tiga faham "beracun" mempercepat kerusakan alam sehingga mengundang bencana ekologis," katanya.

Pertama, faham kapitalisme. Faham ini sengaja menjadikan sumberdaya alam sebagai komoditas semata. Paham ini tak kunjung dikoreksi, sehingga negara terpaksa "main dua kaki" : reboisasi atau musnahkan alam.

"Saya pernah bilang ke peneliti Singapura, seharusnya sekaranglah "the end of capitalism" (berakhirnya kapitalisme) bagi kami bangsa indonesia", tak mungkin restorasi gambut sambil memperkosa gambut," ujarnya.

Kedua, faham feodal. Faham ini membuat publik maupun kaum cendikiawan diam seribu bahasa bila lingkungan rusak. Kelompok terpelajar di negeri ini seperti disuntik mati. "Semakin tinggi sekolah,  jurus "orang mati" makin lihai diayunkan, " sindirnya.

Ketiga, adanya faham kerusakan lingkungan tanggung jawab pemerintah atau pegiat lingkungan. "Kita kehilangan soludaritas sosial, sementara pemimpin tak bisa jadi teladan. Banjir, longsor dan kebakaran hutan hanya ditanggapi segelintir orang, modal sosial lumpuh," pungkas putra Meranti yang selalu menggunduli kepala demi nasib hutan Riau itu.***

 

N24/saut