Sunday, 16 Dec 2018

Diduga Karena Ambil Foto HUT Papua Merdeka, 31 Pekerja Jalan Trans Papua Tewas Dibantai Kelompok Kriminal Bersenjata

news24xx


Salah satu ruas jalan Trans Papua yang telah mulai rampung pembangunannya. Foto: int Salah satu ruas jalan Trans Papua yang telah mulai rampung pembangunannya. Foto: int

NEWS24.CO.ID - JAYAPURA- Sebanyak 31 orang pekerja yang saat ini tengah melakukan pembangunan Jalan Trans Papua, dikabarkan tewas setelah dibantai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Para korban tersebut bekerja di BUMN PT Istaka Karya, yang kini tengah membangun jalan di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. 

Aksi pembunuhan itu terjadi Minggu (2/12/2018). Diduga, hal itu dipicu amarah anggota KKB, karena salah seorang pekerja ketahuan tengah mengambil foto perayaan HUT Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN/ OPM). Kebetulan, lokasinya tak begitu jauh dari tempat para pekerja berada. 

Namun pengambilan foto itu kemudian diketahui kelompok KKB. Mereka marah dan kemudian mencari pekerja yang telah mengambil foto tersebut. Namun kemarahan itu juga berimbas kepada pekerja lainnya, sehingga mereka pun ikut menjadi korban pembantaian. 

Hingga Senin 3 Desember 2018, jenazah para pekerja tersebut belum bisa diambil. Sebab, lokasi ibukota Nduga dan Kabupaten Jayawijaya yang terdekat dari wilayah pembangunan jembatan, jaraknya terlalu jauh.

Kapolres Jayawijaya, AKBP Yan Pieter Reba, membenarkan pihaknya telah menerima informasi itu. 
“Ya. Saya terima informasinya seperti itu. Kalau kelompok KKB ada melakukan upacara dan salah satu dari pekerja tak sengaja melihatnya dan mengambil foto. Itu membuat mereka marah hingga kelompok ini pun membunuh para pekerja yang ada di kamp,” katanya, seperti dilansir kompas.com.

“Informasinya 24 orang dibunuh di kamp. Lalu ada 8 orang yang sebelumnya berhasil menyelamatkan diri ke salah satu rumah keluarga anggota DPRD setempat. Kini informasinya 7 orang di antara mereka juga sudah meninggal dunia dan 1 orang berhasil melarikan diri,” tambahnya.

Saat ini, pihaknya tengah berkoordinasi dengan TNI untuk melakukan evakuasi terhadap para korban.Meski demikian, Reba berharap informasi itu tak benar. “Semoga saja informasi ini tak benar. Tapi kami masih belum bisa mendapat kabar mereka sampai detik ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolda Papua Irjen Pol Martuani Sormin juga mengakui telah menerima informasi serupa. “Kami masih baru mendapat informasinya. Untuk kebenarannya sedang kami cek,” terangnya.

Tak berbeda, pengakuan serupa juga datang dari Kepala Balai Pembangunan Jalan dan Jembatan Nasional wilayah XVIII, Osman Marbun. "Ya betul, kita tunggu info dari aparat perkembangan siapa-siapa saja yang menjadi korban," katanya seperti dilansir viva.co.id. ***

NEWS24.CO.ID/RED/SIS