Sunday, 16 Dec 2018

Sampah Plastik Terbukti Menyebabkan Tewasnya Seekor Paus Sperma

news24xx


 Paus Sperma Paus Sperma

NEWS24.CO.ID - Penemuan ikan paus sperma mati yang memakan hampir 6 kg sampah plastik di Wakatobi, Sulawesi Tenggara, merupakan peringatan keras bagi pemerintah Indonesia.

Indonesia dikenal sebagai produsen sampah plastik terbesar kedua setelah China. Sekitar 3,2 juta ton sampah plastik mencemari lautan setiap tahun. Masalah ini muncul selama Konvensi Keanekaragaman Hayati yang diadakan di Sharm El Sheikh, Mesir.

“Kemitraan multinasional diperlukan karena limbah plastik yang akhirnya mengambang di perairan Indonesia juga berasal dari negara lain,” kata Asisten Deputi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Andri Wahono di sela-sela acara konvensi kemarin, 21 November.

Menurut Andi, penemuan ikan paus sperma berukuran 9,5 meter yang ditemukan membusuk di perairan Desa Kapota di Kabupaten Wakatobi harus menjadi pengingat publik tentang bahaya sampah plastik dan dampaknya yang bertahan lama terhadap hewan laut.

“Dulu ada program yang memaksa orang membayar kantong plastik. Tapi itu tidak berkembang karena diprotes oleh bisnis, ”kata Andri.

Namun, Menteri Koordinator Kelautan tertarik untuk memperkenalkan peraturan yang secara bertahap membatasi penggunaan plastik baik dalam bentuk keputusan presiden atau peraturan pemerintah yang akan melibatkan kementerian negara lain juga.

Menurut WWF, paus sperma telah memakan 115 gelas plastik, botol plastik, kantong plastik, serpihan kayu, sepasang sandal, 200 tas nilon, dan 3,2 kilogram tali plastik, yang mencapai berat total 5,9 kilogram.

 

 

 

 

NEWS24.CO.ID/RED/DEV