Wednesday, 14 Nov 2018

Nestle Indonesia Mengomentari Video Pembuatan Milo Tiruan

news24xx


Foto : InternetFoto : Internet

NEWS24.CO.ID - Nestle Indonesia akhirnya mengomentari tentang video coklat dan bubuk malt Milo yang viral di sosial media. Dalam siaran persnya, Nestle Indonesia mengkonfirmasi video tersebut. "Video tersebut dilaporkan pertama kali beredar pertama kali pada tahun 2015, saat pejabat Malaysia menemukan paket coklat dan bubuk Milo palsu," katanya seperti dikutip dari siaran pers Nestle Indonesia yang diterima Tempo pada hari Rabu, 7 November.

Sebelumnya, video berdurasi tiga puluh detik tersebut menjadi viral di media sosial yang menunjukkan produksi Milo palsu. Beberapa pekerja terlihat menuangkan bubuk cokelat ke kemasan Milo palsu. Berdasarkan informasi yang dikumpulkan dari berbagai sumber, video itu diposting oleh akun Facebook bernama Azian Nor, yang dikenal sebagai warga negara Malaysia dari Terengganu.

Nestle Indonesia menjelaskan kasus tersebut telah ditangani oleh otoritas Malaysia dan pemerintah Malaysia dikatakan telah mengambil tindakan terkait dengan beredarnya bubuk Milo yang palsu.

Produk Milo, seperti yang tercantum dalam rilis, diproduksi secara lokal di pabrik yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat. Nestle Indonesia meyakinkan konsumen bahwa Nestlé berkomitmen untuk menyediakan produk berkualitas terbaik.

“Keamanan dan kualitas produk kami merupakan prioritas yang tidak dapat dinegosiasikan oleh perusahaan,” kata Nestle Indonesia menggarisbawahi.

Semua produk Nestle Indonesia memiliki logo halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan izin distribusi dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) serta tanggal kadaluwarsa dan kode produksi pada paket tersebut. Konsumen yang memiliki pertanyaan mengenai hal ini disarankan untuk menghubungi Nestlé Consumer Services Indonesia di 0800 1821028 (bebas pulsa).

 

 

 

 

NEWS24.CO.ID/RED/DEV