Tuesday, 20 Nov 2018

Sebanyak 78 Anak yang Dijadikan Sandera Dibebaskan di Kamerun

news24xx


IlustrasiIlustrasi

NEWS24.CO.ID - Sebanyak 78 anak dan seorang pengemudi yang diculik di Kamerun barat telah dibebaskan pada Rabu, 7 November 2018 tetapi seorang kepala sekolah dan seorang guru masih ditahan oleh orang-orang bersenjata yang membawa mereka, kata seorang pendeta yang melakukan perundingan dengan pihak tersebut.

Kelompok itu diculik di Bamenda, pusat komersial yang bergolak di Kamerun, Senin 5 November 2018.

"Puji Tuhan, sebanyak 78 anak-anak dan supirnya telah dibebaskan. Namun seorang kepala sekolah dan seorang guru masih bersama para penculik tersebut. Mari kita terus berdoa," kata Samuel Fonki seorang jemaat dari Gereja Presbyterian di Kamerun.

Fonki dan militer Kamerun menuduh separatis anglophone melakukan penculikan, tetapi seorang juru bicara separatis membantah keterlibatan dalam penculikan tersebut.

Dalam pidato pelantikan setelah pemilihan bulan lalu untuk memperpanjang kekuasaannya selama 36 tahun, Presiden Paul Biya mengatakan kepada separatis untuk menyerahkan senjata mereka atau menghadapi kekuatan penuh hukum, dengan tidak menawarkan konsesi kepada mereka.

Separatis Anglophone telah memberlakukan jam malam dan sekolah-sekolah ditutup sebagai bagian dari protes mereka terhadap pemerintah dibawah kepemimpinan Biya yang diketahui menggunakan bahasa Perancis dan marjinalisasi yang dirasakan dari minoritas penduduk yang hanya mampu berbahasa Inggris, meskipun mereka tidak pernah menculik anak-anak sebelumnya.

 

 

 

 

NEWS24.CO.ID/RED/DEV