Tuesday, 20 Nov 2018

Masih Banyak Peserta Program Rehabilitasi Narkoba tak Tuntaskan Program

news24xx


Kabid Rehabilitasi BNNP Riau, Riana Octaviyanti Kabid Rehabilitasi BNNP Riau, Riana Octaviyanti

NEWS24.CO.ID - PEKANBARU- Sepanjang tahun 2018 ini, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau mencatat, ada sebanyak 130 orang yang mengikuti program rehabilitasi pecandu narkoba yang digelar instansi tersebut. Namun sayangnya, masih banyak yang tidak menuntaskan program tersebut. 

Kondisi itu diungkapkan Kabid Rehabilitasi BNNP Riau, Riana Octaviyanti, usai menghadiri kegiatan sosialisasi di Puskesmas Senapelan, Kota Pekanbaru, Rabu (7/11/2018).

Dikatakan, sesuai laporan Klinik Pratama BNNP Riau, pada tahun 2018 ini ada sebanyak 130 orang menjalani program rehabilitasi penyalahgunaan narkoba. Mereka menerima layanan rehabilitasi rawat jalan di BNNP Riau. 

Namun dari total jumlah itu, hanya sebanyak 28 persen yang menyelesaikan program rawat jalan hingga selesai. Sedangkan sisanya sebanyak 72 persen, banyak yang berhenti di tengah jalan.

"Mereka yang menjalani program ini ada yang didapat saat razia. Ada juga yang diantarkan orangtua dan ada yang menyerahkan diri secara sukarela," terangnya. 

Dikatakan, sosialisasi kali ini untuk menjelaskan keberadaan Puskesmas sebagai salah satu fasilitas rehabilitasi selain klinik Pratama milik BNNP Riau. 

"Jadi kita harapkan adanya instansi terkait yang melakukan sosialisasi dan membuat pojok konseling di Puskesmas ini, mampu untuk membantu program merehabilitasi para pengguna/pecandu dan hal-hal yang berkenaan dengan narkoba," tambahnya lagi.

Untuk pemilihan Puskesmas yang dibuat pojok konseling Adiksi ini adalah yang paling tinggi tingkat penyalahgunaan narkobanya. "Kebetulan Puskesmas yang tingkat kerawanan penyalahgunaan narkoba tertinggi, ada di lingkungan Puskesmas Senapelan Pekanbaru," pungkasnya. ***

NEWS24.CO.ID/RED